nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tren Hunian Vertikal, Seluk-beluk Membeli Apartemen Cek Harga hingga Keamanan

Kamis 19 Oktober 2017 14:35 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 19 470 1798514 tren-hunian-vertikal-seluk-beluk-membeli-apartemen-cek-harga-hingga-keamanan-AhyulV1qtJ.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Belakangan ini, apartemen menjadi hunian yang populer di kalangan masyarakat perkotaan. Sepanjang tahun 2017, pencari apartemen di salah satu situ online meningkat hingga 20% dibandingkan tahun lalu. DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur, Banten dan Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadi daerah favorit para pencari apartemen.

“Lokasi apartemen yang paling banyak peminatnya, terkonsentrasi di wilayah-wilayah yang menjadi simpul penyangga Jakarta seperti Tangerang, Depok, ataupun Bekasi. Di wilayah-wilayah tersebut, peminat apartemen didominasi kelompok pekerja muda ataupun mahasiswa dengan 70% orang yang tertarik untuk menyewa,” jelas Chief Commercial Officer OLX Indonesia Agung Iskandar, dalam keterangan tertulis, Kamis (19/10/2017).

Lebih lanjut, Agung menyebutkan bahwa terdapat tiga faktor utama yang menjadi pertimbangan para konsumen dalam mencari apartemen. Pertama adalah harga yang terjangkau, kedua lokasi yang dekat dengan tempat bekerja atau tempat beraktivitas, serta yang ketiga adalah adanya fasilitas keamanan yang memadai.

Baca juga: Pasar Properti 2018 Masih Cerah, Masyarakat Berburu Rumah di Bawah Rp700 Juta

Popularitas apartemen sebagai hunian, mendorong sebagian masyarakat untuk mulai berinvestasi dengan membeli atau memiliki unit apartemen. “Apartemen yang ditawarkan untuk dijual, jumlahnya meningkat 7%. Sementara, untuk yang disewakan, jumlahnya meningkat hingga 33% dibandingkan tahun lalu,” ujar Agung.

Hal ini merupakan bukti tumbuhnya tren di kalangan masyarakat dalam menjadikan apartemen, untuk berinvestasi atau mendapatkan penghasilan tambahan. Dalam membeli apartemen untuk tujuan investasi, Agung menyebut ada dua cara yang dapat dilakukan oleh masyarakat. Pertama, masyarakat memiliki alternatif untuk membeli apartemen yang masih dalam tahap konstruksi atau pembangunan.

“Cara ini cocok untuk mereka yang modalnya tidak terlalu besar. Apartemen-apartemen di wilayah simpul-simpul penyangga Jakarta, dengan akses angkutan umum yang baik, menjadi pilihan yang tepat,” jelasnya.

Sementara, cara investasi yang kedua, adalah dengan membeli apartemen yang sudah jadi atau bahkan siap huni, kemudian menyewakannya secara tahunan, bulanan bahkan harian. “Modalnya memang lebih besar, namun apabila dapat memasarkannya dengan baik, keuntungan yang didapat dengan menyewakan unit-unitnya secara langsung cukup besar,” ujar Agung.

Baca juga: Sasar Potensi Kampus, BTN Incar Pengembangan 2.000 Unit Apartemen di Undip

Di samping dua cara tadi, ada beberapa hal umum yang harus diperhatikan saat akan membeli apartemen untuk investasi. “Pertama, lihat track record developer dan pengelolanya. Ini sangat memengaruhi kenyamanan saat tinggal di apartemen tersebut. Selanjutnya, perhatikan infrastruktur dan kondisi wilayah di sekitar apartemen. Keberadaan jaringan transportasi umum yang membantu mobilitas seperti bus kota, LRT atau jalan tol, akan berpengaruh signifikan terhadap melonjaknya harga,” tambahnya.

Terakhir, Agung juga menyebutkan soal pilihan unit. “Masyarakat yang ingin berinvestasi apartemen, harus membaca pasar, memprediksi unit-unit seperti apa yang saat ini diburu oleh calon penyewa.”

(rzk)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini