JAKARTA - Klien adalah bagian penting dalam bisnis yang Anda jalankan, kepuasan mereka merupakan kunci keberlangsungan dari bisnis. Oleh karena itu, memilih klien ideal serta menjawab kebutuhan mereka sangat menentukan bagi bisnis Anda.
Bagaimanapun, cobalah untuk menghindari klien yang tidak potensial, karena hal itu justru akan menghambat perkembangan bisnis. Memang, dengan memilih klien Anda akan mengeluarkan biaya dan tenaga lebih, namun percayalah hasilnya akan seimbang bagi bisnis Anda.
Berikut lima hal yang dapat menjauhkan klien dari bisnis Anda:
1. Anda tidak dapat memberikan layanan yang mereka butuhkan
Tantangan dalam pekerjaan pasti dapat terjawab, selagi tantangan tersebut masih berada dalam kapasitas Anda. Namun, jika hal berada di luar kapasitas Anda, justru akhirnya dapat mempersulit bisnis.
Sebagai contoh, menjadi pelatih manajemen bisnis bukan berarti Anda juga ahli dalam manajemen sosial media. Oleh karena itu, apabila klien Anda meminta pelayanan di luar kapasitas, sebaiknya Anda menolaknya.
Pasalnya, pada akhirnya nanti, jika Anda menawarkan untuk menyediakan layanan yang tidak Anda kuasai risikonya adalah Anda akan berhadapan dengan kekecewaan dari klien. Klien yang tidak puas, cenderung mejadi duri dalam bisnis.
2. Tidak memiliki nilai bisnis
Berkaca dari pengalaman, banyak pebisnis pemula sangat fokus dengan profit sehingga jarang mempertimbangkan sisi nilai bisnis. Artinya, mereka cenderung menjalankan bisnis untuk uang, lalu mereka sering kali mengubah model bisnis guna mendapatkan profit yang lebih banyak.
Ketika Anda telah mendapatkan banyak pengalaman, Anda akan belajar nilai terbaik dari bisnis yang Anda jalankan, serta berusaha untuk mempertahankan nilai tersebut. Anda juga akan memahami apabila Anda mengurangi nilai bisnis hanya untuk mendapatkan profit lebih, keputusan tersebut justru mengancam bisnis yang Anda jalankan.
Anda lebih baik menolak untuk tawaran klien yang bersebrangan dengan nilai bisnis yang Anda terapkan.
3. Kualitas klien tergantung komitmen Anda
Jika Anda serius tentang bisnis, Anda akan bertemu dengan klien yang juga serius dalam bekerjasama hingga semua target terpenuhi. Jika Anda mempertimbangkan pemilihan klien, maka Anda akan mendapatkan yang terbaik sesuai dengan tujuan Anda. Klien ini bersedia untuk melakukan pekerjaan yang diperlukan untuk mendapatkan hasil yang mereka inginkan.
Jika Anda telah berkomitmen, namun Anda memperhitungkan risiko kegagalan, maka jelaskan pada mereka. Namun, jika ternyata klien Anda tidak siap menerima risiko yang Anda prediksi, sebaiknya lepaskan mereka.
4. Klien tidak siap untuk berkomitmen
Beberapa klien membutuhkan waktu untuk berpikir tentang kerja sama, atau mereka justru menemukan dana untuk menyewa keahlian Anda. Orang-orang tersebut, justru memiliki komitmen panjang dan akan memberikan penjelasan mengenai perekrutan Anda.
Perlu kita ketahui, klien tersebut biasanya tidak terbiasa dengan perintah langsung. Bukan berarti mereka tidak nyaman bekerja sama dengan Anda, tapi mereka tidak terbiasa dengan perintah. Beberapa klien cenderung mengulur waktu dan kemudian menghilang tanpa kabar.
5. Jangan acuhkan intuisi
Meskipun bisnis berjalan dengan logika, tapi jangan pernah abaikan intuisi Anda, terutama dalam memilih klien. Intuisi Anda adalah sebuah panduan penting untuk menentukan klien yang tepat.
Pebisnis pemula sering memilih untuk mengabaikan perasaan mereka dan berakhir dengan klien yang buruk.
Jika Anda merasa klien Anda berusaha untuk memutuskan jalinan komunikasi, maka selidiki hal tersebut. Jika Anda menemukan kejanggalan ketika kerjasama mulai berjalan maka uraikanlah. Apabila segala upaya telah Anda lakukan namun tak kunjung memperbaiki masalah, maka solusinya adalah dengan menghentikan bisnis.
Katakan "tidak" kepada klien yang salah dan berilah ruang untuk pelanggan yang tepat.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.