3 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK, Ada 16,57 Juta Tenaga Kerja Terserap

Ulfa Arieza, Jurnalis · Senin 23 Oktober 2017 18:48 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 23 320 1800859 3-tahun-pemerintahan-jokowi-jk-ada-16-57-juta-tenaga-kerja-terserap-SmHYEy1ugm.jpg Ilustrasi Tenaga Kerja. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pertumbuhan jumlah unit usaha industri menengah dan sedang mengalami peningkatan yang signifikan pada masa pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Kementerian Perindustrian mencatat selama periode 2015 hingga triwulan II 2017 ada penambahan sebanyak 4.433 jumlah unit usaha industri menengah dan sedang.

Sedangkan, pada 2014 jumlah unit usaha industri menengah dan sedang angkanya baru mencapai 1.288 unit usaha. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, peningkatan ini akan terus berlangsung pada periode dua tahun ke depan, hingga mencapai 8.488 unit usaha di akhir 2019.

"Potensi pembangunan kawasan industri masih cukup besar dengan adanya sumber kekayaan alam yang tersebar. Sehingga pada dua tahun mendatang, diprediksi pertumbuhan kawasan industri baru akan terus meningkat," ungkap Airlangga di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (23/10/2017).

Baca Juga: 3 Tahun Jokowi-JK, Perizinan Rumah Subsidi Harus Diperbaiki!

Pertambahan jumlah unit usaha industri menengah dan sedang tentunya mengerek penyerapan tenaga kerja. Sepanjang periode tiga tahun terakhir, jumlah tenaga kerja yang terserap oleh industri menjadi 16,57 juta orang pada triwulan ll-2017. Jumlahnya meningkat cukup pesat dibandingkan dengan jumlah tenaga kerja pada 2014 yaitu 15,39 juta orang.

Airlangga menargetkan, jumlah penyerpaan tenaga kerja akan terus bertambah sampai akhir 2019 hingga mencapai 17,1 juta orang tenaga kerja. "Penambahn ini ditopang dengan dibangunya delapan kawasan industri baru di luar Pulau Jawa dengan potensi penyerapan tenaga kerja sebanyak 296,3 ribu orang," imbuh dia.

Sejalan dengan peningkatan jumlah unit usaha dan penyerapan tenaga kerja, nilai investasi sektor industri juga meningkat menjadi Rp706,9 triliun pada periode 2015-2017, dibandingkan dengan 2014 sebesar Rp195,6 triliun. Nilai investasi ini diprediksi akan terus meningkat lagi hingga mencapai Rp1.759 triliun pada dua tahun ke depan.

Sebagai catatan, pemerintahan Presiden Jokowi juga fokus pada pembangunan industri di luar Pulau Jawa. Pada tahun 2015 hingga 2017, telah dibangun tiga kawasan industri baru di Pulau Jawa dan tujuh kawasan industri baru di luar Pulau Jawa dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 38.432 orang.

Baca Juga:3 Tahun Jokowi-JK, REI: Rumah Subsidi Bisa Terkelola dengan Baik!

Untuk kawasan industri baru di luar Pulau Jawa yang telah beroperasi, antara lain di Sei Mangkei (Sumatera Utara), Morowali (Sulawesi Tengah), Bantaeng (Sulawesi Tenggara), Palu (Sulawesi Tengah), dan Konawe (Sulawesi Tenggara).

"Dalam upaya mendorong penyebaran industri yang merata sekaligus mewujudkan lndonesia sentris, Kemenperin telah memfasilitasi pembangunan kawasan industri khususnya di luar Pulau Jawa," tukas dia.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini