Wih! Pejabat Kemenkeu, PUPR hingga Puluhan Bupati Bahas Proyek Air Minum

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 24 Oktober 2017 13:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 24 320 1801302 wih-pejabat-kemenkeu-pupr-hingga-puluhan-bupati-bahas-proyek-air-minum-4g8mqiZBxF.jpg Foto (Giri/Okezone)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat menggulirkan Program Hibah Air Minum Perkotaan 2018. Program ini nantinya dengan membuat ratusan sambungan rumah baru dengan prioritas kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Tercatat, proyek penyediaan air minum termasuk dalam RPJMN 2015-2019 butuh dana total sebesar Rp275 triliun.

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sri Hartoyo mengatakan, acara ini merupakan hal yang sangat penting untuk mendukung program hibah air minum ke daerah. Pasalnya dengan ada acara lokakarya seperti ini bisa meningkatkan kualitas program hibah ini dari mulai perencanaan, pelaksanaan hingga pencairan dana.

"Upaya ini adalah dalam rangka meningkatkan kualitas pelaksanaan dari mulai perencanaan pelaksanaan hingga pencairan dana. Jadi kehadiran bapak bupati ini sangat penting untuk mendukung keberhasilan hibah air minum ini," ujarnya dalam acara Lokakarya Penyiapan Program Hibah Air Minum Perkotaan Tahun 2018 di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (24/10/2017).

Acara Lokakarya Penyiapan Program Hibah Air Minum Perkotaan Tahun 2018 dihadiri sekira puluhan Bupati dan Wakil Bupati dari berbagai daerah.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Budiharso Teguh Widodo mengatakan, diadakannya lokakarya lebih cepat sebagai langkah percepatan untuk program hibah air minum daerah, sehingga dengan ada lokakarya pengelolaan dana hibah bisa tepat sasaran, baik secara jumlah, waktu maupun output.

"Dalam mendukung hibah air minum khususnya percepatan air minum pemerintah menyelenggarakan lokakarya lebih awal. Sebagai langkah percepatan. Sehingga pemerintah berharap agar pengelolaan dana hibah tepat jumlah waktu dan output," jelasnya.

Oleh karena itu, Budiharso berharap agar acara lokakarya bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh kepala daerah yang hadir. Sehingga target sambungan air bersih dan minum ke daerah bisa terealisasi

"Dengan lokakarya bisa dimanfaatkan dengan baik. Karena ini tujuanya untuk mendapatkan pemahaman yang sama antara pemerintah dan Pemda. Diharapkan dapat memperluas jumlah daerah yang berminat dan komitmen hibah. Target pertama sambungan nasional bisa terwujud," jelasnya

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini