nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bentuk Holding Tambang, Kementerian BUMN: Suratnya Sudah Masuk Setneg

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 25 Oktober 2017 17:35 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 25 320 1802262 bentuk-holding-tambang-kementerian-bumn-suratnya-sudah-masuk-setneg-d6RSBA8zf3.jpg Foto: Giri Hartomo/Okezone

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berkomitmen untuk menjadikan perusahaan pertambangan nasional dengan skala bisnis yang dapat bersaing dengan perusahaan global di dunia. Salah satu caranya adalah dengan pembentukan holding BUMN pertambangan.

Deputi Bidang Pertambangan Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno memastikan jika holding tambang BUMN akan segera terbentuk pada tahun ini. Bahkan surat mengenai holding BUMN pertambangan sudah disampaikan kepada Sekretariat Negara (Sekneg)

"(Holding) baik-baik, insya Allah. Kan sudah, suratnya sudah sekneg. Awal Oktober masuk kesini sekneg minggu kedua Oktober, yaudah tinggal detik-detik terakhir," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (25/10/2017).

Baca juga: Holding BUMN Disarankan Tiru Cara Kerja Temasek dan Khazanah

Menurut Fajar, meskipun mundur satu bukan dari target namun pihaknya yakin jika holding tambang BUMN bisa terbentuk pada tahun ini."Memang telat sebulan. Tapi sangat mungkin tahun ini," ucapnya.

Menurutnya , saat ini hanya tinggal menunggu surat balasan dari Sekretariat Negara. Setelah itu barulah ditandangani oleh empat Menteri terkait sebelum Peraturan Pemerintah (PP)nya akan dikembalikan kepada Presiden untuk di tandatangani.

Baca juga: Dirut Mandiri: Holding BUMN Jasa Keuangan Beroperasi Tahun Depan

"Jadi tinggal paraf empat menteri. Kan suratnya dari Menteri Keuangan diserahkan ke Sekneg. selesai di sekneg paraf ke empat menteri terkait, terus ppnya ditandatangani presiden," jelasnya.

"Setelah selesai, kemarin sudah kita umumkan rencana untuk RUPS. nanti kalau PPnya sudah ditandatangani nanti kita RUPS," imbuhnya.

Sebagai informasi, holding tambang BUMN ini nantinya akan di pimpin oleh Inalum. Nantinya Inalum akan memiliki anggota tiga perusahaan Tbk dan asing.

Adapun tiga perusahaan Tbk tersebut meliputi Timah, Antam dan Bukit Asam. Sementara satu perusahaan asing tersebut diwakili oleh PT Freeport Indonesia.

"Inalum induknya, perusahaan Tbk ada tiga, plus freeport 9,36 %. Kalau Freeport hanya 9,36%," jelas Harry.

(mrt)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini