nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Simak! Kalah Jauh dari Vietnam, Begini Cara RI Kejar Ketinggalan Ekspor Mebel

ant, Jurnalis · Kamis 26 Oktober 2017 07:08 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 26 470 1802585 simak-kalah-jauh-dari-vietnam-begini-cara-ri-kejar-ketinggalan-ekspor-mebel-1E5jKUCeql.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) akan memfokuskan penjualan di pasar mebel dalam negeri mengingat adanya tren penurunan nilai ekspor mebel pada 2017.

Ketua Umum Asmindo Mugiyanto menyebutkan nilai ekspor mebel nasional pada 2017 hanya mencapai USD1,3 miliar atau menurun dibandingkan pada 2016 dan 2015 masing-masing sebesar USD1,6 miliar dan USD1,93 miliar. Adapun nilai ekspor mebel Vietnam tahun 2015 mencapai USD6,9 miliar dan Malaysia USD2,4 miliar.

"Asmindo akan berkonsentrasi menggarap pasar mebel dalam negeri, selain tetap membidik peluang pasar ekspor. Selama ini Asmindo fokus ke ekspor, sehingga pasar lokal tanpa disadari justru dimasuki barang impor," kata Mugiyanto, di Jakarta.

Baca Juga: Ekspor Mebel Indonesia ke Amerika Kalah dari Vietnam dan China

Dia mengataan tren penurunan ekspor dipengaruhi oleh dua tantangan besar bagi industri mebel, pertama masalah inovasi desain produk yang bisa dipasarkan untuk konsumen internasional.

Inovasi dan kreasi menjadi kunci agar produk yang dihasilkan berkembang menyesuaikan selera pasar. Tantangan kedua terkait kasus perdagangan kayu ilegal yang memengaruhi masa depan industri mebel di Indonesia karena terkait penyediaan bahan baku.

Karena itu, pasar luar negeri menjadi ujian yang tidak mudah dihadapi para pelaku industri mebel dan kerajinan kayu.

Dia menjelaskan pasar mebel dalam negeri masih memiliki potensi penjualan yang besar, terutama dengan maraknya pembangunan, baik apartemen, hotel, maupun bangunan perkantoran di sejumlah daerah yang tentunya membutuhkan banyak produk mebel.

Baca Juga: Kompak! Koordinasi Lintas Sektor Pacu Industri Mebel

Oleh karena itu, Asmindo akan menjalin kerja sama dengan asosiasi usaha di bidang konstruksi agar bisa memasok kebutuhan mebel untuk apartemen dan hotel, kata dia.

Asmindo yang telah mengukuhkan hasil musyawarah nasional luar biasa dengan kepengurusan baru itu, juga telah membentuk bidang kerja sama pemasaran dalam negeri untuk fokus menggarap pemasaran dalam negeri.

Selain itu, asosiasi juga akan mengembangkan desain mebel yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar dalam negeri.

Terkait tantangan bahan baku, Asmindo juga membenahi kelancaran pasokan untuk meningkatkan daya saing produk. Pasokan selama ini menjadi salah satu kendala karena industri butuh waktu relatif lama untuk mendapatkan bahan baku.

Koordinasi dengan pemerintah akan dilakukan untuk membantu anggota asosiasi yang belum bisa mengakses sertifikasi Sistem Verifikasi Legalitas Kayu.

Upaya-upaya ini akan segera menjadi garapan kepengurusan baru Asmindo dalam lima tahun ke depan.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini