Baca juga: Dolar AS Makin Perkasa, Rupiah Terlempar ke Rp13.628/USD
"Sejauh ini memang pergerakan nilai tukar Rupiah lebih karena faktor eksternal dan dialami seluruh negara. Maka sasaran melakukan stabilisasi harga menang diutamakan. Memang Oktober kita Bangka melakukan intervensi pasar valas, tapi kita juga mulai lakukan pembelian SBN di pasar sekunder,"lanjutnya.
Menurut Perry, untuk melakukan intervensi di pasar valas tidak ada kendala yang serius. Karena dirinya menilai cadangan devisa yang dimiliki masih cukup aman.
"Cadangan devisa kita jauh lebih besar dan jauh mencukupi untuk melakukan stabilisasi nilai tukar Rupiah," jelasnya.
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.