Keluhan Bos Taspen, Sekarang Lebih Banyak Pensiunan Ketimbang Pegawai Baru

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 30 Oktober 2017 15:25 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 30 320 1805078 keluhan-bos-taspen-sekarang-lebih-banyak-pensiunan-ketimbang-pegawai-baru-1bCsx3V6zp.jpg Foto: Feby/Okezone

JAKARTA - PT Taspen (Persero) mencatat jumlah kepesertaan saat mencapai 6,7 juta. Terdiri dari 4,2 juta peserta aktif dan 2,5 juta peserta pensiun.

Namun jika dari lihat pembayaran premi oleh Aparatur Sipil Negara (ASN), didominasi oleh pekerja yang sudah berusia 51 tahun-60 tahun. Oleh karena itu, dalam jangka pendek dana pensiunan pun akan membengkak.

Direktur Utama PT Taspen Iqbal Latanro mengatakan, dana pensiun sampai hari ini sudah diberikan kepada 285 ribu orang. Jumlah ini tentu tidak seimbang di mana untuk penerimaan Calon Pegawai Sipil (CPNS) baru tahun ini diproyeksikan sekitar 36.000.

Baca Juga: Jaminan Sosial Dialihkan, Taspen dan Asabri Tak Dibubarkan

"Jadi kan ada kesenjangan premi diterima dan yang melakukan pembayaran," ujarnya, di Aula Nagara Dana Rakca, Gedung Radius Prawiro, Jakarta, Senin (30/10/2017).

Dia mengatakan, ASN yang mendominasi pembayaran premi usianya antara 51-60 tahun. Sehingga jika diproyeksikan dalam jangka pendek akan terjadi loncatan kenaikan jumlah pensiunan lagi.

"Dana pensiun setiap bulan Rp7-Rp8 triliun. Jadi di kali sampai sembilan bulan saja atau hari ini berapa," tuturnya.

Guna menutupi kesenjangan antara pembayar premi dan pensiunan itu, kata Iqbal, dibutuhkan suatu cara meningkatkan kapasitas investasi yang baik.

Baca Juga: Taspen Siap Beli Saham Baru Waskita Toll Road

Seperti hari ini, Taspen dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan melakukan nota kesepahaman dan perjanjian kerjasama mengenai Pengelolaan Data Pegawai Negeri Sipil Daerah (PNSD) secara elektronik.

Bagi Taspen, kerjasama ini  mendukung percepatan bisnis dan layanan kepada peserta Taspen dengan DJPK dengan integrasi data pegawai melalui Interkoneksi Sistem Informasi Daerah (SIKD) dan sistem informasi di Taspen.  Sementara untuk DJPK, kerjasama ini bermanfaat dalam menghitung alokasi dana transfer ke Pemda.

"Kami optimis, bahwa kerjasama ini, sinergi ini akan meningkatkan kinerja kami. Mudah-mudahan ini akan membuat dana miliki betul-betul kesempurnaan," tandasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini