"Kita lihat krisis 98 semua di rekap bank, properti mampus, segala mampus, 98 itu paling sulit. Tapi telekomunikasi ada enggak yang di rehab? Kita bicara 2018 lagi, jadi ini mau tahun politik ini enggak ada urusan. Saya tanya bapak? tahun krisis berhenti enggak bertelepon? berhenti enggak nonton pakai internet? buka whatsapp?," ujarnya.
Baca Juga: Walah, PHK di Bisnis Telekomunikasi Tak Bisa Dihindari
Bahkan di tengah pelemahan daya beli sekalipun, kata dia, industri telekomunikasi masih tetap tumbuh. Sementara industri ritel, sebut saja, dia amat terdampak oleh pelemahan daya beli masyarakat.
"Saya selalu bilang, saya selalu bilang sama orang-orang, kita ini di industri yang enggak ada matinya. Enggak ada matinya lagi. Enggak pengaruh daya beli. Saya bilang bapak saja lebih banyak berhubungan dengan handphone daripada pacar sendiri," jelasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.