Mobil Pedesaan Rp50 Juta, Menperin: Sesuai dengan Arahan Pak Presiden

Ulfa Arieza, Jurnalis · Jum'at 03 November 2017 17:50 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 03 320 1807989 mobil-pedesaan-rp50-juta-menperin-sesuai-dengan-arahan-pak-presiden-tEAJtoSxBV.jpg Mobil Kiat Mahesa Nusantara

JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengimbau agar harga mobil pedesaan Kiat Mahesa Nusantara, nantinya dapat terjangkau oleh masyarakat, terutama petani. Saat ini, pengembangan mobil pedesaan sudah sampai ke tahapan prototipe.

"Opsi lain harganya agar bisa terjangkau masyarakat. Kita hitungkan investasi sehingga harga di masyarakat ini berapa," kata Menperin ketika melakukan kunjungan ke Bengkel Kiat Motor, di Klaten, Jawa Tengah, Jumat (3/11/2017).

Saat ini terdapat tiga prototipe mobil pedesaan Kiat Mahesa Nusantara. Bentuknya hampir menyerupai mobil pick up dengan ukuran lebih kecil. Prototipe pertama adalah mobil pedesaan dengan kabin ganda berwarna merah. Mobil pedesaan dengan model ini dipatok harga sebesar Rp70 juta.

Prototipe lainnya, adalah mobil pedesaan dengan kabin tunggal berwarna kuning, dan mobil pedesaan kabin tunggal dek rata berwarna putih, seharga Rp50 juta. Seluruh teknologi baru mobil pedesaan tersebut telah menggunakan Power Take Off (PTO).

Tidak hanya dari sisi efisiensi harga, Menperin juga menyoroti potensi after sales dari mobil pedesaan. Hal tersebut sebagaimana yang telah diamanatkan oleh Peesiden Joko Widodo. "Sesuai dengan arahan Pak Presiden harus dipikirkan juga after salesnya," kata dia.

Dengan lahirnya teknologi baru di sektor pertanian ini, lanjuta Airlangga, menjadi bukti bahwa kemampuan putra putri bangsa tidak perlu diragukan lagi. Sehingga dapat memupuk optimisme perkembangan industri ke depannya. "Dengan prototipe ini membuktikan bahwa anak bangsa bisa melakukan design dan engineering di otomotif," ujarnya.

Sekadar informasi, PT Kiat Mandiri telah menggagas inovasi dalam teknologi pertanian melalui mobil pedesaan. Teknologi baru ini berupa mobil pick up dengan ukuran yang lebih kecil serta didesain sedemikian rupa untuk mengakomodasi kepentingan petani, seperti membawa produk pertanian, membawa mesin pertanian serta membawa penumpang.

Pengembangan kendaraan pedesaan ini didasarkan pada program Pemerintah yang tertuang pada Nawa Cita diantaranya, membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Selain itu diharapkan, mobil pedesaan ini dapat mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini