Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jokowi: Jangan Pinjam ke Rentenir, Bunganya Bisa 12 Kali Lipat!

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis-Selasa, 07 November 2017 |17:56 WIB
Jokowi: Jangan Pinjam ke Rentenir, Bunganya Bisa 12 Kali Lipat!
Jokowi di Stagen (Foto: biro pers/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Banyaknya masyarakat yang telah mengagunkan sertifikat tanah yang dimilikinya membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) kerap mengingatkan warga untuk mengalkulasi dengan cermat sebelum mengagunkan sertifikat yang diberikan pemerintah tersebut.

‎"Kalau mau pinjam dihitung dulu bisa mengembalikan tidak? Dihitung betul, dikalkulasi betul, kalau nggak (bisa) jangan pinjam," kata Jokowi dalam keterangan resmi Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin‎ saat memberikan sambutan dalam acara Penyerahan Sertifikat Tanah untuk Rakyat di Stadion Taruna, Sragen, Selasa (7/11/2017).

Lebih lanjut, Kepala Negara juga mengingatkan agar pinjaman tersebut hanya digunakan untuk hal-hal yang bersifat produktif dan bermanfaat dalam mengembangkan usaha.

"Pakailah untuk modal kerja, pakailah untuk modal investasi, jangan dipakai untuk gagah-gagahan," imbaunya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu berpesan kepada masyarakat untuk menghindari pinjaman pada rentenir. Sebab, rentenir memungut bunga pinjaman yang sangat besar dan akan memberatkan masyarakat untuk mengembalikan pinjamannya.

"Sudah pegang sertifikat ini hati-hati, apalagi pinjamnya ke rentenir, jangan!. Jangan! Bunganya bisa 12 kali lipatnya bank, _mpun mesti ilange niku pinjemnya ke rentenir niku. Hindari yang namanya rentenir," tegas Presiden.

Pemerintah telah menyiapkan kebijakan kredit usaha rakyat (KUR) yang memiliki bunga rendah sekitar 9 persen per tahun. "Tahun depan 7 persen, itu per tahun lho. Berarti sebulan tidak ada 1 persen," jelasnya.

Terakhir, Presiden Jokowi meminta masyarakat penerima sertifikat untuk menjaga dengan baik sertifikat yang dimilikinya. Hal ini diperlukan mengingat pentingnya fungsi sertifikat sebagai bukti hukum hak atas tanah yang sah.

"Kenapa di plastik? Supaya kalau bocor gentengnya ini tidak rusak sertifikat ini. Kalau hilang sudah punya fotokopi, mengurusnya mudah tinggal ke kantor BPN lagi, ngoten lho, nggih?," tutur Presiden.

Untuk diketahui, siang itu, Presiden Jokowi menyerahkan 10.200 sertifikat untuk masyarakat yang berasal dari sejumlah daerah yang ada di Provinsi Jawa Tengah. Mulai dari Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sragen, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Klaten, dan Kabupaten Wonogiri.

Turut hadir mendampingi Presiden, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, serta Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement