Image

Antam, Bukit Asam dan Timah Ingin Lepas dari BUMN, Bos BEI Minta Digelar Tender Offer

Ulfa Arieza, Jurnalis · Rabu 15 November 2017, 11:14 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 15 320 1814333 antam-bukit-asam-dan-timah-ingin-lepas-dari-bumn-bos-bei-minta-digelar-tender-offer-wV86Dbo4qn.jpg Ilustrasi BEI. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Guna memuluskan pembentukan holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tambang, pemerintah akan segera mengalihkan kepemilikan saham seri B pada tiga perusahaan tambang BUMN kepada PT Indonesia Asahan Aluminium/Inalum (Persero).

Tiga perusahaan tambang yang dimaksud adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Timah Tbk (TINS).

Ketiganya bakal menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) secara bersamaan pada 29 November 2017 dengan agenda perubahan kepemilikan saham di perseroan sehubungan dengan Peraturan Pemerintah mengenai penambahan penyertaan modal negara (PNM) ke dalam modal saham PT Inalum yang mengakibatkan berubahnya status perseroan menjadi non persero.

Baca Juga: Sahamnya Dialihkan, Antam Tetap Jadi Perusahaan Publik

Direktur PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio mengatakan, PT Inalum hendaknya mengadakan tender sukarela atau tender offer atas saham tiga perusahaan tambang tersebut, lantaran ada perubahan saham pengendali. Selain itu, dengan adanya perubahan status persero menjadi non-persero, maka ada perubahan mendasar dalam perseroan.

"Jika dari persero jadi tidak persero, jika dulu keputusan perusahaan perlu ke DPR sekarang tidak, maka teoritacally ada perubahan mendasar di lembaga korporasi dan untuk itu teoritically perlu tender offer," ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (15/11/2017).

Perlu diketahui, saat ini komposisi kepemilikan saham di Antam oleh pemerintah sebesar 65% atau sebanyak 15,6 miliar lembar saham. Lalu sebanyak 35% dimiliki oleh publik atau sebanyak 8,4 miliar lembar saham, lalu sebanyak 134.785 dimiliki oleh Hari Widjajanto, 30.000 oleh Tatang Hendra, dan Dimas Wikan sebanyak 7.500.

Sementara kepemilikan saham PT Timah dikomposisi oleh pemerintah sebanyak 65% atau setara dengan 4,8 miliar lembar saham. Sementara publik memiliki sisanya 35% atau setara dengan 2,6 miliar saham.

Baca Juga: Antam Cs Tak Lagi Berstatus Persero, Nasibnya Bakal Kayak Indosat?

Sedangkan saham PT Bukit Asam dimiliki oleh pemerintah sebanyak 65,02% atau setara dengan 1,4 miliar saham. Sementara sisanya dipegang oleh publik sebanyak 34,98% atau setara dengan 806 juta saham dan Muhammad Said sebanyak 27.000 saham. Perlunya tender offer ini, kata Tito, adalah untuk melindungi hak daripada pemegang saham minoritas.

"Saya simple saja silakan corporate action dilakukan tapi tolong jaga minority protection, jangan lihat hanya format tersurat dari peraturan tapi substansi utama dari peraturan. Dan substansi utama adalah minority protection," tukas dia.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini