Image

Jaminan Kapolri Tito Karnavian ke Investor: 2018 Aman!

Ulfa Arieza, Jurnalis · Senin 20 November 2017, 13:16 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 20 278 1817062 jaminan-kapolri-tito-karnavian-ke-investor-2018-aman-a3Yck3D581.jpg Kapolri Tito Karnavian. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Tito Karnavian menjamin stabilitas keamanan dan perekonomian Indonesia selama tahun politik. Pasalnya, tahun depan akan dihelat pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di 171 kota, kabupaten, serta provinsi di Indonesia.

Menurut Tito, masyarakat sudah berpengalaman dalam menghadapi tahun politik. Meskipun dinamika politik tak dapat dielakkan, namun mantan Kapolda Metro Jaya ini menjamin stabilitas keamanan tetap terjaga, bersamaan dengan itu gerak perekonomian juga dijamin masih kondusif.

"Dinamika pilkada ada, tapi kita sudah berpengalaman menghadapi dinamika pilkada berkali-kali, bukan sekali. Pemilu Presiden bukan sekali, gejolak-gejolak Insya Allah bisa kita tangani dengan baik," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (20/11/2017).

Baca Juga: Datangi BEI, Kapolri Tito Karnavian "Amankan" Pasar Saham

Tito melanjutkan, strategi akan terwujud selagi Polri dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dapat bersinergi dalam menjaga keamanan negara. "Selagi Polri dan TNI kompak dan solid, 2018 insya Allah saya jamin aman, dinamika itu biasa, polarisasi ini juga biasa," kata Tito.

Baca Juga: Bos BEI Khawatirkan Kondisi Pasar Modal di Juni Tahun Depan, Ada Apa?

Selain itu, dia juga mengajak serta masyarakat untuk mendukung tugas Polri dan TNI, yaitu dengan tidak banyak memanfaatkan isu primodsialisme yang meliputi Suku, Agama, Ras, dan Adat (SARA) untuk memenangkan Pilkada. Dia mengharapkan para kandidat tersebut lebih mengedepankan sosialisasi program kampanye, ketimbang memanfaatkan isu SARA.

"Pekerjaan Polri dan TNU dalam mengamankan Pilkada 2018 akan jauh lebih mudah kalau seandainya para kontestan-kontestan politik dan pendukungnya tidak memanfaatkn isu poltik yang dapat memecah belah masyarakat, yaitu masalah kesukuan keagaman dan ras, SARA, jual program itu akan lebih baik," tukas Tito.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini