Generasi Milenial Susah Kaya Gara-Gara Krisis Keuangan Global?

Efira Tamara Thenu , Jurnalis · Kamis 23 November 2017 16:13 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 23 320 1819274 generasi-milenial-susah-kaya-gara-gara-krisis-keuangan-global-wWRPpiE323.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – Kondisi pasar yang buruk pada awal masa dewasa generasi milenial akan menjadi awal yang sulit dan membatasi peluang milenial untuk meningkatkan kekayaan mereka.

Krisis keuangan global yang menyebabkan kerugian modal akan berimbas pada generasi milenial. Tidak hanya itu, milenial juga akan menghadapi langsung masalah pengangguran yang timbul setelah krisis serta meningkatnya ketidaksetaraan pendapatan serta harga properti yang meningkat dan peraturan hipotik yang lebih ketat. Di beberapa negara, kenaikan utang mahasiswa juga naik cukup besar.

Milenial juga cenderung mendapatkan akses dana pensiun yang lebih sedikit dari generasi sebelumnya. Contoh dampak kekayaan dari krisis keuangan global dan isu-isu lain yang dihadapi oleh milenial ditunjukkan dengan fakta data terbaru Amerika Serikat (AS) yang menunjukkan kekayaan rata-rata orang berusia 30 sampai 39 (USD72.400) pada tahun 2017 adalah 46% di bawah kekayaan pada usia yang sama dengan mereka yang pada tahun 2017 berusia 40 sampai 49 (USD134.800).

Data ini menunjukkan milenial berada di posisi awal yang tidak menguntungkan yang kemudian akan membuat mereka lebih hati-hati dari generasi sebelumnya terhadap utang. Rasio utang terhadap pendapatan mereka dimulai lebih tinggi daripada kelompok sebelumnya, sebelum menurun karena mereka tampaknya menjadi lebih berhati-hati setelah krisis.

Meski menghadapi kesulitan, sebagian milenial hidup sejahtera yang tercermin dari gambaran lebih positif yang diperlihatkan milenial di China dan juga sejumlah pasar negara berkembang lainnya. Secara mutlak terjadi kenaikan kecil untuk jumlah miliarder muda.

Prospek prospek global secara keseluruhan untuk milenial adalah mereka akan mengalami tantangan yang lebih besar dalam membangun kekayaan mereka di masa depan. Tidak hanya itu, milenial juga akan terus menghadapi ketidaksetaraan kekayaan yang lebih besar dibandingkan generasi sebelumnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini