BANTUL - Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo optimistis alokasi dana desa secara nasional pada tahun anggaran 2017 dapat terserap hingga 100%.
"Tahun ini walaupun peraturan diperketat, sampai September sudah lebih dari 90% dana desa terserap dan Insya Allah tahun ini bisa terserap 100%," kata dia dalam acara Rembug Desa Nasional di Desa Panggungharjo Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (27/11/2017).
Menurut Eko Putro, capaian serapan 100% itu karena saat ini aparat dan kepala desa sudah mendapat pendampingan dan diberi kesempatan yang lebih dalam mengelola dana desa itu untuk pemberdayaan masyarakatnya.
Dia mengatakan, dana desa bukan hanya pertama di Indonesia, tapi pertama di dunia dan kalau tiga tahun lalu pada saat dana desa digulirkan banyak pihak yang ragu apakah kepala desa mampu karena masih banyak yang belum sempurna mengelola anggaran ini.
"Tetapi kita semua sadar kalau desa tidak dikasih kewenangan pemberdayaan ekonominya, pemberdayaan masyarakat tidak akan bisa efektif, karena yang ketahui persoalan itu kepala desa dan masyarakat desa itu sendiri," ucapnya.
Akan tetapi, lanjut Menteri Desa kalau kita cuma ribut mampu atau tidak mampu, bisa atau tidak bisa, tidak ada keberanian politik untuk memulai, desa tidak adan pernah mampu dan desa tidak akan pernah mulai.
"Karena itu Bapak Presiden berkomitmen dana desa harus segera dibagikan walaupun masyarakat desa tidak mampu, kita sama-sama bantu dan dampingi sampai masyarakat desa itu mampu, walaupun kita tahu pasti akan banyak masalah," ujar Menteri.