Share

Mau Nyumbang untuk Korban Bencana? Boleh, Tapi Jangan Sampai Kantong Jebol

Anisa Anindita, Okezone · Minggu 03 Desember 2017 06:04 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 01 320 1823684 mau-nyumbang-untuk-korban-bencana-boleh-tapi-jangan-sampai-kantong-jebol-GtQqNZjyPH.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Musibah dapat menimpa siapa saja, tidak mengenal waktu dan lokasi kejadian. Dapat menimpa diri sendiri, menimpa sanak saudara, dan orang lain. Namun, tidak jarang kita harus memberikan bantuan kepada orang yang terkena musibah, meskipun orang tersebut bukan dari keluarga kita sendiri.

Mungkin sebagian dari kita merasa takut untuk sekadar membantu atau beramal karena tidak dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Perencana Keuangan Andi Nugroho menjelaskan, jika Anda ingin beramal kepada orang yang terkena musibah, idealnya Anda hanya menyisihkan 5%-10% dari pendapatan Anda.

“Misalnya untuk makan sendiri dalam sebulan itu Rp2.000.000, nah jika ada tetangga yang tertimpa kemalangan bisa mengeluarkan dana setengahnya itu. Jadi sekitar 5%-10%,” ucap Andi kepada Okezone.

Dia menegaskan, tingkat keimanan manusia sangat menentukan jika akan membantu orang yang tertimpa musibah atau beramal. “Kembali lagi, dilihat dari kemampuan kita, sudah bisa menakar kuat bantunya berapa. Tingkat keimanan yang begitu kuat, tidak masalah,” tambah Andi.

Namun, pasti berbeda penggunaan dana untuk membantu tetangga yang tertimpa kemalangan dibanding penggunaan dana untuk membantu sanak saudara. Pasti manusia akan lebih memprioritaskan penggunaan dana untuk sanak saudara. “Tergantung dari situasinya. Orang tersebut kemalangan apa, tetangga meninggal dunia. Tidak akan sebesar dibanding orang tua yang tertimpa kemalangan,” ujar dia.

Dia melanjutkan, yang pasti penghitungan manusia dengan Tuhan berbeda. Oleh karena itu, harus memperhatikan kemampuan kita jika ingin beramal dan membantu orang yang tertimpa musibah. “Penghitungan Tuhan dan manusia berbeda,” jelas Andi.

Sekadar informasi, bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.

Baca Juga: 50 Tahun Berkarya, Indomie Konsisten Hidupkan Inspirasi Indomie untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini