"DAU itu dinamis. Setiap kali ke daerah mereka mengatakan DAU kita jangan didinamiskan, kami bingung. Sebtulnya sama dengan kami, saya mengelola APBN juga dinamis. Walaupun kita punya target penerimaan negara, namun target bisa naik turun berdasarkan situasi. Misal harga minyak tadinya diasumsikan USD100 per barrel jadi USD50 per barrel sehingga daerah juga perlu memeiliki kapasitas untuk mengelola APBD nya secara dinamis. Itu adalah DAU yang dinamis tadi, jadi jumlahnya tergantung dengan penerimaan dalam negeri yg diterima negara," jelasnya.
Selain itu, 25% dana transfer umum itu dialokasikan untuk membangun infrastruktur hingga pelosok karena Indonesia negara kesatuan, yang harus dibangun agar konektivitas dan kesatuan muncul. Selain itu, anggaran Dana desa, akan terus diformulasikan dan diperbaiki untuk mencerminkan ambisi dan tekad negara untuk membangun desa yang semuanya harus relatif maju.
"Oleh karena itu, dana desa akan diberikan kepada daerah atau desa yang memiliki jumlah keluarga miskin yang besar. Kami akan terus melakukan bersama dengan BPS maupun instansi lain," tukasnya.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.