Menurutnya, pengelolaan yang dilakukan di Tabanan semuanya berhubungan mulai dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Badan Usaha Milik Daerah (BUMNDa) hingga desa wisata. "Apapun itu namanya infrastruktur dari pembangun desa kan menunjang," jelasnya.
Baca juga: Tahun Depan, 30% Dana Desa Bakal Dialokasikan untuk Upah
Sementara itu, ia menyatakan Kemenkeu juga menilai pengelolaan keuangan uang dilakukan oleh Tabanan. Di mana Tabanan sendiri menerapkan sedikit program tapi fokus dalam menjalankan sehingga memberikan hasil bagi masyarakatnya.
"Jadi kan tadi Bu Menteri bilang, ‘Jangan terlalu banyak rencana tapi prospek mana yang kelihatan nyata dan dirasakan oleh masyarakat’, itu lebih kita utamakan. Enggak usah terlalu banyak ide intinya. Ada beberapa ide tapi jalan dan dicocokan dengan kearifan lokal kita," katanya.
Baca juga: Menteri Eko Yakin Alokasi Penyerapan Dana Desa Bisa Tembus 100%