Image

Hitung Tarif Pajak E-Commerce, Sri Mulyani: Tidak Ada yang Dirugikan

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Kamis 07 Desember 2017, 14:50 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 07 20 1826714 hitung-tarif-pajak-e-commerce-sri-mulyani-tidak-ada-yang-dirugikan-Dms6CtPWHq.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah sedang menyusun pengenaan pajak bagi pelaku usaha online (e-commerce) yang saat ini mulai menjamur di Indonesia. Aturan kebijakan ini sudah dalam tahap finalisasi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan dengan aturan ini maka pengusaha online sama dengan pengusaha konvensional dalam membayarkan kewajibannya.

 Baca juga: Pengusaha: Pajak E-Commerce Itu Bagus, Tapi Harus Berlaku untuk Semua

"Kita formulasikan untuk perpajakan di bidang antara konvensional dan digital itu di dalam rangka untuk menciptakan level playingfield," ungkapnya di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (7/12/2017).

Selain itu, ia memastikan aturan ini dilakukan agar tidak ada yang merasa dirugikan baik dari pengusaha online maupun konvensional. Karena tujuannya untuk menciptakan kesetaraan dalam pemenuhan kewajiban perpajakannya.

 Baca juga: Pajak E-Commerce Ditargetkan Berlaku Akhir 2017

"Artinya tidak ada suatu kelompok membayar pajak dirugikan karena tidak adanya atau tidak samanya perlakuan pajak dari kegiatan-kegiatan tersebut," jelasnya.

Sementara itu, ia juga menyatakan kebijakan ini masih diformulasikan oleh Dirjen Pajak baru serta DJBC dan BKF agar bisa segera di luncurkan. Ia mengatakan hal jni sesuai dengan arahan Presiden Jokowi untuk terus mengkaji karena ini perlakuan pajak pada pelaku usah kecil yang tergabung di perusahaan e-commerce besar.

 Baca juga: Apa Kabar Aturan Pajak E-Commerce? Ini Jawaban Sri Mulyani

"Pada intinya sebenarnya tidak ada suatu paket kebijakan untuk membedakan, namun kita akan lebih mengatur bagaimana upaya pemungutan bisa dilakukan secara efektif. Itu yang mungkin ada suatu pemberian perlakuan pajak, yang memungkinkan mereka untuk melakukan complain pemenuhan kewajiban pajaknya secara lebih mudah namun dengan rate yang mungkin bisa dipertimbangkan," paparnya.

Selain itu, Sri Mulyani menyatakan pihaknya sedang menghitung tarif untuk pajak e commerce ini serta memberikan perlakuan yang sama dalam satu paket aturan.

 Baca juga: Pergantian Offline ke Online Itu Benar Terjadi, Ini Buktinya!

"Kami sedang menghitung sesuai yang diarahkan Presiden namun juga pada saat yang sama bisa mengcreate lebih banyak perusahaan-perusahaan yang bisa connect dan kemudian mereka bisa mendapatkan perlakuan pajak yang adil antara yang konvensional dengan yang ikut melalui online," tukasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini