Image

Larang Gunakan Bitcoin, Gubernur BI: Bukan Alat Pembayaran yang Diakui Indonesia

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Kamis 07 Desember 2017, 18:53 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 07 20 1826910 larang-gunakan-bitcoin-gubernur-bi-bukan-alat-pembayaran-yang-diakui-indonesia-3bP7lSSJXK.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) terus menghimbau masyarakat untuk tidak menjadikan Bitcoin sebagai alat pembayaran. Pasalnya BI, telah mengeluarkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) yang akan melarang penggunaan Bitcoin sebagai alat transaksi di 2018.

Gubernur BI, Agus Martowardojo mengatakan mata uang digital seperti Bitcoin bukan hal yang disarankan oleh pihaknya sebagai alat transaksi maupun investasi.

 Baca juga: Sri Mulyani Mulai Khawatirkan Timbulnya Kerugian dari Bitcoin

"Posisi BI adalah (Bitcoin) bukan sistem pembayaran yang diakui di RI. Jadi masyarakat untuk tidak menggunakan itu sebagai sistem pembayaran," ungkapnya di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (7/12/2017).

Menurutnya, masyarakat bisa mempelajari apa itu Bitcoin jika ingin mengetahui lebih lanjut tentang mata uang digital tersebut. Namun bukan untuk transaksi karena BI menyatakan itu bukan mata uang legal di Indonesia.

 Baca juga: Harga Bitcoin Cetak Rekor Lagi, Kini Nyaris Rp190 Juta

"Kalau ada yang ingin mengetahui silakan saja, pesan ini disampaikan dengan kuat, dan itu bukan sistem pembayaran yang diakui di Indonesia," jelasnya.

Agus menyatakan hal ini karena tidak ingin ada risiko yang menimpa masyarakat. Namun Agus belum menjelaskan lebih lanjut apa resiko tersebut.

 Baca juga: Bitcoin Tembus Rp164 Juta, Semakin Jadi Idola Investasi

"Yang menyampaikan BI, jadi ada risiko bagi yang akan mencoba memegang Bitcoin itu seperti yang tadi Anda sampaikan," tukasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini