Image

Holding BUMN Energi, Pertamina-PGN-PLN Bakal Digabung?

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Kamis 07 Desember 2017, 14:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 12 07 320 1826674 holding-bumn-energi-pertamina-pgn-pln-bakal-digabung-mqz2uuTzvX.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah memastikan pembentukan holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki tujuan yang mulia, yakni meningkatkan daya saing nasional. Hal ini senada dengan pandangan kalangan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI).

Bahkan Wakil Ketua Komisi VII DPRI, Syaikhul Islam Ali sangat mengapresiasi dengan terbentuknya holding BUMN pertambangan.

“Semua langkah untuk memperkuat BUMN sangat kita dukung, kita sangat apresiasi dengan terealisasinya holding pertambangan,” kata Syaikhul dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (7/12/2017).

 Baca Juga: Kinerja BUMN Masih Turun, Apa Pembentukan Holding Terlalu Dipaksakan?

Dia juga meminta pemerintah untuk segera mewujudkan holding BUMN di bidang energi. Menurutnya, holding BUMN energi cukup penting dilakukan. Holding energi bisa dilakukan dengan menggabungkan Pertamina, PGN dan PLN sekaligus.

“Kalau bisa selanjutnya adalah holding BUMN energi, Pertamina, PGN dan PLN harus dibuat holding juga. Kalau cuma Holding Migas, Pertamina dan PGN yang digabung bisa kontraproduktif. PLN harus gabung, karena di lapangan kepentingan tiga BUMN ini saling terkait. Tidak bisa salah satu ditinggal,” ujarnya.

Baca Juga: Holding BUMN Migas, Pertagas Didorong Kuasai Hilir Gas Bumi

Apalagi, lanjutnya Komisi VII DPR saat ini sedang merivisi RUU Minyak dan Gas (Migas) di mana persoalan holding energi telah menjadi isu yang serius,

“Dalam pembahasan RUU Migas wacana holding BUMN energi menjadi persoalan serius. Kita sih berharap nantinya holding yang dilakukan Kementerian BUMN tidak berseberangan dengan Undang-Undang Migas yang baru,” tandasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini