Image

ISEI Gagas Desa Zaman Now, Desa dengan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Anisa Anindita, Jurnalis · Kamis 07 Desember 2017, 14:20 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 12 07 320 1826687 isei-gagas-desa-zaman-now-desa-dengan-pertumbuhan-ekonomi-inklusif-5ZDVUyDAhv.jpg Foto: (Anisa Anindita Okezone)

JAKARTA – Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Muliaman D Hadad menilai, saat ini masyarakat desa sudah mampu mengembangkan ekonomi daerah. Hal ini dia temukan saat melakukan kunjungan bersama ISEI ke daerah Klaten.

Di daerah Klaten, masyarakat bisa menghasilkan pendapatan dari sumber daya air. Dengan kekayaan sumber daya alam tersebut, masyarakat membuat produk air minum kemasan dan berhasil memperoleh pendapatan.

Baca Juga: Tahun Politik, Menteri Bambang: Pertumbuhan Ekonomi Bisa Berjalan Tanpa Gangguan

"Kami ke Klaten,  melihat ada income besar yaitu sumber airnya.  Lalu masyarakat membuat produk aqua,  dan mendapat fee," ucap Muliaman dalam acara Seminar Nasional Kawasan Pedesaan dan Nilai Tambah Ekonomi yang berlangsung di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (7/12/2017).

Sementara itu,  menuju ke desa berikutnya, Muliaman melihat desa tersebut memang tidak mempunyai sumber daya alam yang besar,  tetapi mempunyai kualitas sumber daya manusia yang baik. Muliaman menilai, bila memanfaatkan sumber daya manusia, akses keuangan akan terbuka lebar.

Baca Juga: Tahun Politik, Pengusaha: Pembantu Presiden Jangan Berlomba Buat Regulasi Tak Berguna

Hanya saja, perkembangan suatu daerah harus didukung dengan infrastruktur maupun sarana yang baik. Sesuai dengan nawa cita Presiden Joko Widodo yaitu membangun Indonesia dari pinggiran, transportasi di daerah kini mulai berkembang.

"Sehingga menimbulkan istilah "desa zaman now", yang memiliki pertumbuhan inklusif yang signifikan," lanjut dia.

Muliaman juga sepakat bahwa  pengembangan ekonomi pendesaan bisa dilakukan dengan cara pendekatan kawasan. Hal itu dapat memberikan banyak orientasi utama,  antara lain dapat membantu akses desa,  menciptakan pasar,  membangun kompetensi,  dan faktor penting yang membangun nilai tambah yaitu keunggulan komoditas di desa. 

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi 5,2%, Apindo: Akan Sulit Tercapai

"Membangun desa yang berwawasan tidak perlu isu sosial.  Dengan kebijakan komersial,  bukan dengan program, jadi bisa lebih berkesinambungan," jelas Muliaman. 

Di samping itu, masyarakat desa juga dapat mengembangkan komoditi unggulan dengan komoditi pengganti untuk jangka panjang.  Tentunya hal ini harus didukung oleh seluruh pemangku kepentingan.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini