Image

Sering Tenggelamkan Kapal Ilegal,Susi Pudjiastuti Curhat Disebut "Menteri Gila" hingga Pelanggar Hukum Internasional

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 07 Desember 2017, 14:22 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 07 320 1826690 sering-tenggelamkan-kapal-ilegal-susi-pudjiastuti-curhat-disebut-menteri-gila-hingga-pelanggar-hukum-internasional-JcPwgO828w.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti terus berkomitmen untuk memperjuangkan kedaulatan Indonesia dalam sektor perikanan. Salah satu buktinya adalah dengan terus melakukan penangkapan dan penindakan berupa penenggelaman terhadap kapal-kapal asing pencuri ikan.

Meskipun begitu, Menteri Susi mengaku tidak mudah dalam memberantas illegal fishing di wilayah perairan Indonesia. Karena banyak faktor internal yang menghambat dirinya dalam memberantas illegal fishing.

 Baca juga: Sering Tenggelamkan Kapal Ilegal, Menteri Susi: Sebodoh-bodohnya Saya, Hukum Itu untuk Hal Benar

"Itu (penenggelaman kapal) tidak mudah. Walaupun kita sudah ambil ownership dari gerakan ekstrem untuk menghentikan pencurian ikan, itu tidak mudah. Internally, kita juga punya persoalan dan tantangan," jelas Susi, Jakarta, Kamis (7/12/2017).

Salah satu yang menjadi tantangan adalah dari sisi internal. Menurutnya, sudah banyak kalangan petinggi negara yang mengecam aksi penenggelaman kapal tersebut.

 Baca juga: Ketahuan Curi Ikan, China Kesal Kapal Nelayannya Diciduk Menteri Susi

Dari mulai dicap sebagai "menteri gila", hingga dianggap melanggar hukum internasional. "Ini masa nyari pasal apa nih yang dilanggar oleh menteri gila itu katanya pak ya sudah negara ini mau maju," ujarnya.

Bahkan banyak yang menanggapi penenggelaman yang dilakukan dirinya berpotensi menimbulkan perang. "Di awal ada perwira TNI, ada pengamat militer, ada ekonom yang bahkan discouraging apa yang kita lakukan. Menteri Susi itu sekolah pun tidak, tidak tahu bahwa dia melanggar hukum internasional. Saya jawab saja dengan bodoh juga, saya bilang melawan hukum internasional, memangnya pencurian ikan dilindungi dalam hukum internasional? No. Memangnya pencurian ikan menjadi bagian dari good relationship antara kedua negara? No. Pasti tidak," jelasnya.

 Baca juga: Dubes Timor Leste Cuhat ke Menteri Susi: Kami Rugi USD45 Juta Akibat Illegal Fishing

Meskipun begitu, dirinya mengaku tidak takut dan akan terus melakukan pencegahan terhadap ilegal fishing. Karena hak tersebut demi kedaulatan dan kesejahteraan masyarakat.

"Saya bicara dengan pak Presiden, pak Presiden juga setuju. Kita ambil ownership. Ini nasional punya konsensus untuk selesaikan persoalan. Kalau tidak, we have nothing to start it," jelasnya.

Selain melakukan penenggelaman, dirinya juga berencana akan membenahi internal dari Kementeriannya. Selanjutnya, barulah dirinya meminta dukungan pemerintah untuk bersama-sama membenahi oknum dari institusi yang terkait di kelautan.

"Kalau kita satu per satu beresin KKP officer, yang nakal siapa? Angkatan laut oknumnya siapa? Polair oknumnya siapa? Dan lain sebagainya. Kementerian ini, Kejaksaan, kita cari oknumnya yang salah," tegasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini