Image

Elpiji 3 Kg Barang Subsidi, Pertamina: Kami Harap yang Mampu Beralih ke Non-Subsidi

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis · Kamis 07 Desember 2017, 15:12 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 07 320 1826732 elpiji-3-kg-barang-subsidi-pertamina-kami-harap-yang-mampu-beralih-ke-non-subsidi-i6P1SN697o.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

BOGOR - Seiring operasi pasar dan penambahan pasokan yang terus dilakukan, Pertamina berharap pasokan Elpiji 3 kg mencukupi untuk masyarakat. Namun di sisi lain, masyarakat kalangan mampu diharapkan tidak menggunakan Elpiji 3 kilogram.

Menurut Unit Manager Communication & Relations Pertamina Jawa Bagian Barat Dian Hapsari Firasati mengatakan jika masyarakat mampu menggunakan, dikhawatirkan Elpiji 3 kilogram tidak tepat sasaran.

Baca Juga: Gas Elpiji 3 Kg 'Menghilang', Hiswana Migas: Gara-Gara Musim Hujan

"Karena Elpiji 3 kilogram adalah barang subsidi sehingga penggunaannya ada kuota dari pemerintah. Sesuai tulisan yang ada pada tabung, sesungguhnya hanya untuk masyarakat tidak mampu. Makanya kami harap yang mampu, apalagi bisnis yang maju beralih ke non subsidi," katanya, Kamis (7/12/2017).

Dian menambahkan, Pertamina telah melakukan operasi pasar di sejumlah titik di Jawa Barat seperti Kota/Kabupaten Bogor, Sukabumi, Depok, dan Priangan Timur sejak Senin kemarin hingga hari ini.

Baca Juga: Resah, Masyarakat Kesulitan Dapat Gas Elpiji 3 Kg dan Harga pun Melambung

"Ada juga penambahan pasokan yang dilakukan di beberapa daerah seperti di DKI Jakarta, Bandung, Cimahi, Sumedang dan Tangerang," jelasnya.

Menurutnya, hingga hari ini pantauan di sejumlah daerah seperti Tambora  yang sebelumnya ramai diberitakan sulit mendapat Elpiji 3 kilogram saat ini sudah pulih kembali. Hal ini terlihat di Pangkalan di Duri Utara I, Tambora di mana hanya beberapa masyarakat yang menukarkan tabung gasnya.

Baca Juga: Pemerintah Diminta Jelaskan Kandungan Propana LPG Nusagaz

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) menambah pasokan Elpiji 3 kg di kawasan Jakarta, Jawa Barat dan Banten seiring dengan keluhan masyarakat atas kelangkaan LPG subsidi ini. Penambahan pasokan yang digelontorkan bervariasi untuk masing-masing wilayah, bahkan ada yang mencapai 60% dibandingkan penyaluran normal.

Unit Manager Communication & Relations Pertamina Jawa Bagian Barat Dian Hapsari Firasati menjelaskan, hal ini dilakukan dengan penambahan pasokan ke agen atau pangkalan resmi dan juga operasi pasar.

Apabila masyarakat masih menemukan kesulitan atau harga yang tidak wajar, maka dapat menghubungi Pertamina Contact Center di nomor 1 500 000.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini