Image

Masyarakat RI Harus Disadarkan Pentingnya Hemat Energi

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Jum'at 08 Desember 2017, 07:56 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 08 320 1827122 masyarakat-ri-harus-disadarkan-pentingnya-hemat-energi-i1ZVL3KHTs.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Kebijakan penghematan energi sering disalah-artikan oleh kalangan menengah ke bawah dari pemakai energi, seolah-olah harus mengorbankan kenyamanan hidup mereka, karena tingkat pemakaian energi yang dinikmatinya masih rendah.

Masyarakat Konservasi dan Efisiensi Energi Indonesia (Maskeei) mengungkapkan, Indonesia, selama puluhan tahun pembangunan selalu fokus untuk memenuhi pasokan energi dengan menambah kapasitas produksi energi primer dan pembangkitan tenaga listrik nasional (sisi supply) tetapi kurang memperhitungkan faktor pemborosan energi di sisi pemanfaatannya (demand side).

"Dengan adanya subsidi energi yang terus membengkak selama berpuluh tahun di masa lalu, masyarakat pemakai energi sulit untuk disadarkan akan pentingnya hemat energi," kata Ketua Maskeei Soedjono Respati dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (8/12/2017).

 Baca Juga: Indonesia Masuk Kelompok Negara Boros Energi

Pihaknya terus bergerak untuk mensosialisasikan efisiensi energi kepada masyarakat yang dimulai dari hal-hal kecil di rumah tangga, seperti, menggunakan lampu hemat energi, penggunaan AC yang watt yang rendah, matikan lampu saat tidur, dan lainnya.

"Karena ke depan efisiensi energi sangatlah penting mengingat terus bertambahnya populasi dan kebutuhan manusia akan energi," sambungnya.

Baca Juga: Cara Kementerian ESDM untuk Hemat Energi

Dia menambahkan, dengan upaya efesiensi energi, melalui penerapan teknologi modern maupun perubahan perilaku pemanfaatan energi, maka akan dicapai pengurangan jumlah konsumsi energi tanpa harus mengalami penurunan manfaat dari pemakaian energi dengan tujuan produktif maupun konsumtif.

Menurut Soedjono, energi bersih dan berkelanjutan terdiri dari energi terbarukan, ditambah dengan hasil upaya efisiensi dan konservasi energi tidak terbarukan.

“Yang disebut terakhir ini merupakan upaya masif yang harus dilakukan di semua sektor ekonomi, termasuk sektor Konsumen pemakai energi final (listrik dan BBM),” tuturnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini