Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kementerian ESDM Targetkan Bauran Energi Terbarukan hingga 9% di 2018

Lidya Julita Sembiring , Jurnalis-Selasa, 12 Desember 2017 |20:41 WIB
Kementerian ESDM Targetkan Bauran Energi Terbarukan hingga 9% di 2018
Foto: Lidya/Okezone
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah menargetkan bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) di 2018 bisa mencapai hingga 9%. Sedangkan hingga saat ini capai 7,7% dan akhir tahun ini ditargetkan bisa capai 7,8%.

Hal ini diungkapkan oleh Dirjen (Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi) EBTKE Kementrian ESDM, Rida Mulyana dalam acara Energy Forum 2017 di Hotel Raffles, Jakarta.

"(Tahun depan) 8,5%-9%. Ya (sampai akhir tahun) paling 7,8% kan tergantung beroperasi secara komersial nya (Commercial Operation Date/COD)," ungkap Rida, Selasa (12/12/2017).

Baca Juga: Investasi Rp4,49 Triliun, 3 Perusahaan Prancis Bidik Energi Terbarukan Indonesia

Menurutnya  perusahaan yang belum melakukan COD ini direncanakan akan melakukannya pada Desember 2017 atau Januari 2018. Adapun perusahaan yang dimaksud adalah Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) yang berada di Sidrap, Sulawesi Selatan yang terus digenjot penyelesaiannya.

"Kan Sidrap either Januari atau Desember. Kan lagi percepatan," katanya.

Baca Juga: Bangun Pembangkit EBT, Menteri ESDM: Lebih Kompetitif Dibandingkan Energi Fosil

Sementara itu, Pemerintah menetapkan bauran EBT pada 2025 bisa mencapai sebesar 23% yang tertuang dalam kebijakan mengenai rencana pengelolaan energi tingkat nasional atau Rencana Umum Energi Nasional (RUEN). Untuk mewujudkan target ini, maka pihaknya akan melakukan berbagai upaya mulai dari kerjasama dengan perusahaan lain atau belajar dari para ahli.

"Ya kan kita mengoptimumkan segala upaya, kayak pak Jonan ke Paris, meski orang-orang pesimis kan kita enggak boleh enggak kerja keras. Jadi dimaksimumkan walau dibilang ambisius enggak bisa dievaluasi. Karena ini ada di PP dan PP nya itu ngunci enggak boleh dievaluasi selama 5 tahun, kan diterbitkan di 2014 jadi 2019 baru PP bisa dievaluasi," jelasnya.

Baca Juga: Hingga November, IPP Energi Terbarukan Capai 1.186 Mw

Selain itu ia yakin harga EBT di masa mendatang akan semakin kompetitif sehingga ia berharap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti Pertamina terus agresif mengembangkan EBT.

"Kayak Pertamina kami apreciate sekali. Mereka yang selama ini di migas sudah kayak perusahaan migas pada umumnya sudah mulai beralih atau transisi ke EBT. Artinya secara ke-ekonomian ke depan energi akan beralih ke yang sifatnya renewable," tukasnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement