PTBA Siapkan Belanja Modal Rp6,5 Triliun di 2018

Trio Hamdani, Jurnalis · Kamis 14 Desember 2017 11:36 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 14 278 1830177 ptba-siapkan-belanja-modal-rp6-5-triliun-di-2018-sq91zpMWEp.jpg Foto: Trio/Okezone

JAKARTA - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) pada 2018 sebesar Rp6,5 triliun untuk kebutuhan ekspansi tahun depan.

"(Capex Rp6,5 triliun digelontorkan secara) bertahap sampai akhir tahun sesuai dengan kebutuhan," kata Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (14/12/2017).

Untuk meraih pendanaan untuk kebutuhan belanja modal tahun depan, PTBA tak menutup diri untuk menerbitkan obligasi. Jika dirasa perlu melakukan obligasi pada 2018, kata dia pihaknya akan mempersiapkannya di Triwulan I-2018.

"Iya kalau pun kita harus menerbitkan obligasi kita akan mulai persiapan awal-awal di Triwulan I tahun depan, agar bisa finalisasi di Semester II," jelasnya.

Baca Juga: Stock Split 1:5, Saham Bukit Asam Dibuka Menguat

Dari total capex yang dianggarkan, PTBA akan memberikan porsi mayoritas untuk kebutuhan proyek PLTU dan kemudian untuk investasi rutin di peralatan tambang, infrastruktur tambang, perumahan, dan lain sebagainya.

Sebagaimana diketahui, dalam public expose pembentukan holding BUMN industri pertambangan, dirinya mengatakan tahun depan ada beberapa ekspansi yang akan mulai gencar dilakukan. Salah satunya ekspansi di bidang ketenagalistrikan.

"Pertama, pengembangan energi untuk listrik. Karena visi kita untuk jadi perusahaan energi kelas dunia. Yang akan segera kita bangun itu pembangunan PLTU yang PPA-nya (Power Purchase Agreement/perjanjian jual beli) sudah ditandatangani minggu lalu 2x660 MW," katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (29/11/2017).

Baca Juga: Sudah Punya Holding, PTBA Gencar Ekspansi Tahun Depan

Kedua, pihaknya akan ekspansi dengan mensinergikan diri bersama PT Antam Tbk. Sinergi dengan perusahaan berkode saham ANTM itu dalam hal pembangunan PLTU untuk kebutuhan smelter milik Antam di Halmahera, Maluku Utara.

"Kemudian ada rencana untuk mengakuisisi PLTU milik Antam supaya lebih maksimal dan menjadi lebih murah. (Kemudian) Inalum bangun PLTU dengan bahan baku batubara yang kita miliki," lanjutnya.

Baca Juga: Fantastis! Laba Bersih Bukit Asam Naik 149% Jadi Rp2,62 Triliun

Kedua, pihaknya menyadari memiliki keterbatasan logistik. Untuk mengatasi itu, ada beberapa pengembangan sarana logistik yang dilakukan, terutama peningkatan kapasitas Pelabuhan Kertapati di Palembang, Sumatera Selatan dari 3,7 juta ton per tahun jadi 5 juta ton.

Kemudian dilakukan juga pengembangan jalur baru untuk urusan logistik menggunakan rel, baik dengan KAI atau swasta. Salah satu tujuan utamanya untuk meningkatkan kapasitas penjualan.

"Terakhir, hilirisasi dari batubara. Kita lagi menjajaki. Mudah-mudahan terealisasi tahun depan untuk membuat produk downstream dari batubara at the end produknya bisa jadi urea, LPG, petrochemical, itu melalui proses gasifikasi," sebutnya.

Tambah dia, pihaknya sudah melakukan studi untuk memperdalam rencana-rencana tersebut. Mereka berharap dalam waktu dekat bisa segera melakukan pengembangan proyek-proyeknya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini