Harga Batu Bara Naik, Bukit Asam Pede Produksinya Tumbuh 20%

Trio Hamdani, Jurnalis · Kamis 14 Desember 2017 16:40 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 14 320 1830373 harga-batu-bara-naik-bukit-asam-pede-produksinya-tumbuh-20-BFHiKV8f0J.jpg Ilustrasi Batu Bara. (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memproyeksikan peningkatan produksi batu bara pada 2018 sekira 18%-20%. Hal ini lantaran iklim industri masih akan positif pada tahun depan.

Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin mengatakan, indeks harga Batu Bara Acuan (HBA) yang saat ini sebesar USD94,04 per ton masih menunjukkan pola yang positif. Maka pihaknya berharap kinerja perusahaan pada tahun depan seperti yang direncanakan.

"Ke depan memang kami enggak bisa memastikan secara tepat bagaimana indeks perdagangan batu bara 2018 nanti. Kami berharap harga indeks ini tidak lebih rendah dari saat ini," katanya ketika ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (14/12/2017).

Dia mengatakan, positifnya pertumbuhan tahun depan juga ditopang oleh adanya program besar pemerintah mengenai pembangunan proyek pembangkit tenaga listrik berkapasitas 35.000 mega watt (mw), yang membuat kebutuhan batu bara meningkat.

"Saya yakin masih akan baik, apalagi PT PLN juga beberapa tahun ke depan akan mulai beroperasi ke pembangkit baru yang masuk program 35.000 mw dan tentunya kebutuhan batu bara akan meningkat," jelasnya.


Baca Juga: PTBA Siapkan Belanja Modal Rp6,5 Triliun di 2018

Selain itu, PTBA juga akan membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) mulut tambang Sumatera 8 dengan biaya sebesar USD1,6 miliar. Kata dia, pembangunan PLTU ini bekerja sama dengan China Hua Tian. Bukit Asam memiliki porsi 45% dan 55% dimiliki China Hua Tian. "Pembiayaannya nanti akan berasal dari ekuitas perusahaan, ada dari pinjaman dari bank. Pencarian dana akan dilakukan bersama dengan China Hua Tian," ujarnya.

Penyelesaian skema pembiayaan (financial close) PLTU ini selambat-lambatnya diharapkan selesai pada Juni 2018 dan pembangunannya juga akan dilaksanakan pada tahun yang sama.

Sebagaimana diketahui, Bukit Asam menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) pada 2018 sebesar Rp6,5 triliun untuk kebutuhan ekspansi tahun depan. "(Capex Rp6,5 triliun digelontorkan secara) bertahap sampai akhir tahun sesuai dengan kebutuhan," katanya.

Guna meraih pendanaan untuk kebutuhan belanja modal tahun depan, PTBA tidak menutup diri untuk menerbitkan obligasi. Jika dirasa perlu melakukan obligasi pada 2018, kata dia pihaknya akan mempersiapkannya di Triwulan I-2018.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini