Selama perencanaan disain dan bagian yang akan direnovasi, kamu harus membuat skala prioritas. Jika prioritasmu menambah kamar dan menggeser kamar mandi, misalnya, kamu harus mengutamakan dua pekerjaan itu. Jangan sampai kamu tergoda untuk melakukan renovasi bagian rumah yang bukan prioritasmu saat ini sehingga anggaranmu membengkak.
3. Gunakan bahan yang masih bisa dimanfaatkan
Selama renovasi rumah, pastikan kamu tetap akan menggunakan bahan bangunan lama yang masih bisa digunakan. Misalnya, lantai keramik yang masih bisa digunakan kembali, kenapa harus kamu buang? Dengan cara ini kamu bisa menghemat biaya renovasi rumah.
4. Pahami rincian biaya renovasi rumah
Selama renovasi rumah, kamu dan kontraktor harus memiliki rincian detil anggaran dari semua rencana pekerjaan di semua bagian. Misalnya biaya pembuatan kamar mandi dan kamar tidur. Pastikan bahan bangunan yang digunakan dan biaya per meternya. Begitu juga biaya dibagian lain. Dengan detil seperti itu kamu akan mendapatkan gambaran pekerjaan tukang dan biayanya. Rencana detail itulah yang menjadi pegangan kamu dan kontraktor.
5. Membeli bahan bangunan sendiri
Agar lebih hemat, kamu membeli bahan bangunan sendiri. Selain hemat, cara ini membuat kamu lebih tenang dalam mengatur biaya renovasi. Kontraktor hanya memberikan estimasi biaya dan jenis bahan bangunannya. Buatlah perjanjian di awal bahwa kamu akan membeli semua bahan bangunan sendiri, tidak diwakilkan kepada kontraktor.