6. Jeli memilih kontraktor dan tukang bangunan
Memilih kontraktor dan tukang merupakan tahap yang sangat krusial dalam renovasi rumah. Pilihlah kontraktor yang telah memiliki pengalaman yang mumpuni. Pengalaman ini bisa dibuktikan dengan contoh hasil renovasi rumah yang telah dia kerjakan. Selain itu, pastikan rekam jejak kontraktor tersebut cukup baik, tidak mengecewakan. Rekam jejak bisa kamu tanyakan kepada konsumen yang rumahnya telah dikerjakan oleh kontraktor.
7. Membuat perjanjian
Jangan lupa untuk membuat perjanjian tertulis dengan kontraktor agar kamu dan kontraktor mempunyai ikatan pekerjaan yang jelas. Di dalam perjanjian kerja tersebut, kamu jelaskan lingkup pekerjaan, tanggungjawab masing-masing pihak, rencana waktu pekerjaan, dan biayanya.
8. Minta garansi tiga bulan
Setelah renovasi rumah selesai, kontraktor biasanya memberikan garansi waktu selama tiga bulan. Selama tiga bulan itu, jika pemilik rumah masih merasakan keganjilan atas pekerjaan kontraktor, kontraktor harus memperbaikinya. Misalnya, pemasangan keramik tidak rata, atap rumah masih bocor, ada kesalahan pemasangan pipa air, hingga dinding rumah yang mengelupas, semua itu masih ditanggung oleh kontraktor, tanpa perlu biaya sepeserpun dari kamu.
Bila Kekurangan Dana Renovasi Rumah