Image

INSPIRASI BISNIS: Jual Sambal Cakalang, Pedas Tapi Beromzet Jutaan Rupiah

Efira Tamara Thenu , Jurnalis · Minggu 31 Desember 2017 05:18 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 12 30 320 1837987 inspirasi-bisnis-jual-sambal-cakalang-pedas-tapi-beromzet-jutaan-rupiah-Biecio6CGL.jpg Sambal Cakalang (Foto: Dok Spicy dept)

JAKARTA – Kuliner menjadi hal yang tak pernah mati. Inovasi di bidang kuliner pun terus dilakukan, mulai dari hidangan masak hingga hidangan yang disajikan secara instan demi memudahkan kebutuhan masyarakat yang semakin sibuk.

Hudan dan Deta, dua pasangan muda yang tengah menjalin kasih ini berhasil mengembangkan bisnis kuliner. SPICY DEPT milik dua sejoli ini merupakan produk sambal cakalang asap yang murni dibuat oleh mereka sendiri.

“Ini 100% homemade, dari mulai proses pemilihan bahan, proses memasak, packaging, hingga pengiriman kami lakukan berdua saja. Jadi bener2 pure diurus berdua,” ungkapnya kepada Okezone.

Produk sambal cakalang ini baru mulai berdiri pada bulan puasa di tahun 2017. Deta mengaku bahwa dirinya berperan sebagai marketing dan branding, sedangkan sang kekasih, Hudan, merupakan sosok dibalik resep sambal cakalang ini. Hudan juga berperan langsung dalam pembuatannya alias berperan sebagai kokinya.

Sedangkan motivasi awal yang mendorong mereka untuk berbisnis ini adalah karena Hudan yang memang gemar memasak dan ingin coba memasarkan hasil masakannya. Ia memilih sambal karena menurutnya sambal merupakan makanan pendamping yang cocok dengan semua makanan.

“Kenapa sambal? Ini karena sambal kan makanan pendamping yang paling cocok sama semua masakan lainnya. Apalagi ini juga makanan khas orang Indonesia. Jadi kebanggaan tersendiri saja untuk kami,” jelasnya.

Tidak hanya itu, sambal khas Manado ini berhasil terwujud. Padahal Hudan yang merupakan koki dalam pembuatan ini bukan asli Manado.

“Sebenarnya Hudan itu orang Jawa. Sedangkan sambal Cakalang sendiri khas Manado, tapi ini karena Hudan memang suka explore macam-macam masakan,” tutur Deta.

Sedangkan ketika memulai bisnis ini, Deta mengatakan persiapan awal yang dilakukannya adalah fokus dengan supplier bahan. Tidak hanya itu, pasangan ini juga tidak begitu saja memasarkannya di pasaran. “Sebelum sambal ini dipasarkan kita juga ada tester rasa ke keluarga,” ungkapnya.

Tidak berhenti di situ, mereka juga melakukan pengecekan haga pasar sebelum meluncurkan produknya. Hal lain yang tidak kalah penting ketika memulai bisnis adalah memperkenalkannya dengan masyarakat. “Yang terpenting branding,” jelasnya.

Demi menyukseskan bisnisnya ini, ia telah menjalankan konsep untuk sambal cakalang miliknya ini. hal ini dilakukannya melalui media sosial Instagram dengan akun @spicydept yang menggerakan hastag #SpicyDeptGoesTo dan #MakanPakeSpicyDept.

“Karena di sini kami ingin benar-benar menampilkan bahwa @spicydept adalah sambal cakalang asap premium dan praktis untuk dibawa kemana-mana. Tidak hanya itu, sambal ini anak muda banget dengan harga yang terjangkau. Anak muda banget di sini dengan cara memaintain media sosialnya melalui konten-konten yang kreatif dan kualitas foto yang bagus,” jelasnya.

Pasalnya, ia melihat bisnis sambal cakalangannya ini memiliki peluang yang besar. Hal ini karena sambal yang menjadi salah satu primadona dalam masalah pendamping untuk makanan bagi orang Indonesia. Ia juga mengaku banyak dari pelanggannya yang membawa sambal produksinya hingga ke luar negeri.

“Ditambah customer kami tidak sedikit yang membeli dan dibawa ke luar negeri. Baik itu saat liburan, kuliah, kerja, maupun sebagai oleh-oleh atau untuk persediaan mereka di sana karena suka kangen sama sambal Indonesia katanya,” tuturnya.

Dengan modal Rp5 juta saja, kini SPICYDEPT mampu menghasilkan Rp8.000.000 setiap bulannya. Bisnis yang baru dimulai bulan Juli ini terus berkembang pesat. Hal ini terlihat dari popularitas SIPCYDEPT yang kian menjulang dengan banyaknya pesanan.

Ia mengungkapkan, biasanya ada sekitar 25 botol sambal yang terjual setiap Minggunya atau sekitar 100 botol setiap bulannya. Namun, jika pesanan sedang melonjak, ia mengaku dapat menjual lebih dari 70 botol setiap Minggunya. Bahkan, rekor penjualannya pernah mencapai 115 botol sambal cakalang yang terjual dalam seminggu.

Sedangkan hambatan yang dialaminya selama menjalani bisnis ini hanya datang dari ketersediaan bahan-bahan dan harga bahan dasar yang kadang mengalami kenaikan. Sedangkan hambatan yang datang dari pesaing yang memiliki produk yang sama, ia mengaku mengatasinya dari sisi rasa dan sosialisasinya ke masyarakat. “Kami sangat yakin bisa bersaing dari segi rasa yang utama dan branding yang kami jalani selama ini,” tukasnya.

Tidak hanya itu, ia juga mengatakan ingin terus membuat inovasi pada bisnisnya ini. salah satunya adalah dengan menyediakan ukuran yang bervariasi agar pembeli dapat menyesuaikannya dengan kebutuhannya. “Tapi ini sedang prepare untuk size lebih kecil,” ungkapnya.

Pemilik SPICYDEPT ini juga menambahkan tips berbisnisnya. Ia mengatakan hal utama yang perlu diperhatikan ketika berbisnis adalah kualitas produk. Tidak hanya itu, ia juga menambahkan untuk melakukan branding yang sesuai dengan sasaran. “Branding yang sesuai dengan citra yang diinginkan oleh brand serta diminati oleh target market dan tentunya selalu konsisten menjaga itu semua,” tutupnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini