Share

Walau Ada Tax Amnesty, Penerimaan Perpajakan 2017 Cuma Rp1.339 Triliun atau 91% dari Target

Lidya Julita Sembiring, Okezone · Selasa 02 Januari 2018 16:25 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 02 20 1838930 walau-ada-tax-amnesty-penerimaan-perpajakan-2017-cuma-rp1-339-triliun-atau-91-dari-target-Zz2nFFg9uF.jpg (Foto: Lidya/Okezone)

JAKARTA - Penerimaan perpajakan 2017 sebesar Rp1.339,8 triliun atau 91% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2017. Angka ini tumbuh 4,3% dari 2016 karena adanya program tax amnesty yang dilakukan

Pemerintah di 2016 sebanyak dua kali menjalankan tax amnesty selama 6 bulan di 2016 dan 3 bulan di 2017. Namun jika program tax amnesty dikeluarkan maka pertumbuhan perpajakan 2017 sebesar 12,6% dibandingkan 2016.

"Ini menunjukkan suatu peningkatan yang sangat baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pertumbuhan perpajakan tahun 2015 hanya 8,2% dan sayangnya itu hanya 83,3% dibandingkan tahun ini 91%. Tahun 2016 bahkan dengan tax amnesty adalah sebesar 83,5% atau hanya tumbuh 3,6%," jelas Sri Mulyani di Kemenkeu, Jakarta, Selasa (2/1/2017).

 Baca Juga: Paparkan Realisasi APBN-P 2017, Sri Mulyani: Defisit 2,57% di Bawah Target Pemerintah

Sri Mulyani juga memaparkan pertumbuhan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 2017 mencapai lebih dari 100% pertumbuhannya yaitu 100,6%. Pemerintah mencatat di akhir tahun pertumbuhannya lebih kuat dari yang di sampaikan November lalu yaitu 12,13, namun saat ini pertumbuhan PPN seluruh tahun tercatat 16% dibandingkan tahun 2016 PPN hanya 86,9% dan gross dari PPN 2016 juga negatif 2,7%.

"Tahun 2017 PPN tumbuh 16%, dari kita lihat momentumnya luar biasa tingginya. Hal ini semua menunjukkan bahwa penerimaan perpajakan di dalam APBN kita telah menunjukkan suatu tren yang makin sehat dan ini akan menopang tujuan kita untuk menjaga APBN yang sehat, kredibel, dan stabil," paparnya.

 Baca Juga: Buat Sayembara, Sri Mulyani Siap Deliver Pizza untuk KPP yang Capai Target Pajak 100%

Sementara itu, penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp192,3 trillun atau 101,7% dari APBNP 2017 didukung membaiknya kinerja cukai, meningkatnya ekspor, komitmen Pemerintah mengendalikan barang dan dampak positif dari program penertiban importir berisiko tinggi (PIBT) serta program penemban cukai berisiko tinggi (PCBT) yang diluncurkan pada pertengahan Juli 2017.

"Penerimaan kepabeanan dan cukai juga menunjukkan suatu hasil yang sangat positif. Bea cukai mencapai penerimaan 101,7 melebihi target APBN-P. Ini adalah capaian di atas 100% dan yang pertama kali terjadi sejak tiga tahun terakhir," katanya.

Sementara itu, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp308.4 triliun atau mencapai 118,5% dari target APBNP 2017. Hal ini didukung oleh meningkatnya permintaan dan harga komoditas yakni ICP dan batubara, perbaikan Iaba BUMN, serta perbaikan layanan PNBP K/L.

"PNBP mengalami juga mengalami kenaikan yang sangat besar yaitu 118,5% dari APBNP," jelas Sri Mulyani.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini