nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tak Tertarik Buat Hunian TOD, Jababeka Bidik Kawasan Pelosok Indonesia

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 04 Januari 2018 15:35 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 04 470 1840020 tak-tertarik-buat-hunian-tod-jababeka-bidik-kawasan-pelosok-indonesia-NE1La5uxs6.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pembangunan kawasan berkonsep Transit Oriented Development (TOD) tengah menjadi tren tersendiri pada industri properti di Indonesia. Berbagai pengembang besar maupun kecil pun berlomba lomba untuk membangun baik itu hotel, hunian hingga perkantoran dengan konsep TOD.

Ketertarikan tersebut, menyusul semakin banyaknya market yang meminati properti dengan konsep TOD. Apalagi upaya pemerintah yang terus membangun akasesbilitas antar daerah melalui pembangunan infrastruktur terus di lakukan.

 Baca juga: Atasi Macet, TOD Dekatkan Hunian Masyarakat dengan Transportasi Massal

Namun ternyata potensi tersebut tidak membuat PT Jababeka (Tbk) tertarik untuk membangun dengan konsep TOD. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Founder PT Jababeka (Tbk) Setyono Djuandi Darmono.

Menurutnya, pembangunan TOD merupakan urusan pengembangan - pengembang besar yang ada di perkotaan. Di mana infrastruktur sudah lengkap dan tersedia.

 Baca juga: 8 Keluhan Masyarakat yang Tinggal di Rusun, Sertifikat hingga Kualitas Unit

"Kita TOD enggak ikutan. Itu urusan yang di kota-kota saja," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Kamis (4/1/2017).

Pihaknya justru memilih untuk tetap membangun pada daerah-daerah terpencil. Khususnya pada daerah pedalaman yang masih sulit terjangkau.

"Sekali lagi kita TOD enggak, kita bangun hutan aja deh yang rakyatnya masih susah itu kita bangun," jelasnya.

 Baca juga: Hak Penghuni Rumah Susun Tak Terpenuhi, Perlu Aturan yang Tegas!

Sebagai informasi, PT Jababeka sendiri terus melakukan pembangunan dibeberapa pelosok daerah khususnya di kawasan wisata. Hal ini bertujuan untuk mendukung sektor pariwisata Indonesia.

Bahkan pada tahun ini, PT Jababeka bahkan berniat menambah jumlah pasokan hotel lagi untuk mendukung sektor pariwisata. Sebelumnya, melalui anak usaha PT Jababeka Morotai, perusahaan ini telah lebih dahulu menggelontorkan dana setidaknya hingga USD7,4 juta atau sekitar Rp100 miliar.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini