Dalam hal ini, Exim Bank China akan bertindak sebagai pihak yang akan memberikan pinjaman kepada Ratu Prabu. Dana segar tersebut, lanjut Bur Maras akan diberikan langsung kepada pihak kontrakor.
Dikatakan Bur Maras, Exim Bank China telah menyatakan minatnya untuk turun tangan dalam investasi di megaproyek ini, namun belum ada hitam di atas putih. Kesepakatan antara dua belah pihak, masih menunggu restu dari pemerintah. "Uang itu tidak pernah dikasihkan ke saya, langsung ke kontraktor, atau pabrik yang buat alat," jelas dia.
Baca Juga: Inka Ditunjuk Sediakan Kereta LRT Jabodetabek
Pada akhirnya, PT Ratu Energi Tbk turut serta dalam proyek ini. Meskipun sebelumnya, dalam keterbukaan informasi yang disampaikan PT Ratu Prabu Energi Tbk kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), menyebutkan bahwa perusahaan tidak memiliki kaitan dengan proyek LRT.
Pengembangan LRT akan dilakukan oleh pemegang PT Ratu Prabu selaku pemegang saham PT Ratu Prabu Energi Tbk. "Memang terhubung akhirnya terhubung tapi waktu negosiasi belum. Kalau sudah mantap nanti tergabung dengan PT Ratu Prabu Energi Tbk," tukas dia.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.