nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Operasi Pasar Beras Diperluas Jadi 1.800 Titik

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 10 Januari 2018 11:17 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 10 320 1842751 operasi-pasar-beras-diperluas-jadi-1-800-titik-VudN0KrE8S.jpg Penjual beras (Foto: Okezone)

JAKARTA – Pemerintah melalui Perum Bulog memperluas jangkauan operasi pasar beras hingga 1.800 titik jual di seluruh Indonesia, dengan sasaran menyediakan beras kualitas medium seharga di bawah harga eceran tertinggi (HET).

Memperhatikan perkembangan harga beras kualitas medium yang terbentuk oleh pasar, yang cenderung berada di atas HET, Perum Bulog melakukan operasi pasar(OP) beras kualitas medium dengan menggunakan cadangan beras pemerintah (CBP).

Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti mengatakan atas instruksi menteri perdagangan (mendag), sejak November 2017, Perum Bulog telah menggelar OP namun volume dan cakupan OP belum mampu meredam pergerakan harga beras. Djarot mengungkapkan, Bulog telah menggelontorkan 50.000 ton untuk OP beras nasional di 1.100 titik.

”Jumlah itu masih belum cukup dan atas instruksi mendag hari ini, kami menambah menjadi 1.800 titik seluruh Indonesia,” ujarnya di sela-sela peluncuran OP beras oleh Bulog di Gedung Perum Bulog Divre DKI Jakarta kemarin.

Menurut Djarot, sejak 1 Januari, jumlah beras yang dioperasikan setiap harinya juga terus meningkat hingga mencapai 13.000 ton per hari.

Volume tersebut kemungkinan akan ditingkatkan hingga 20.000 ton per hari, dengan sasaran menekan harga beras medium hingga turun setidaknya setara dengan HET (untuk wilayah I) yaitu Rp9.450 per kg. Adapun dalam OP beras ini, Bulog menjual dengan harga Rp9300 per kg.

”Perluasan (jangkauan) ini dalam rangka mendorong semakin banyaknya beras pemerintah yang diguyur ke pasar, dengan harapan supply beras ke masyarakat lebih seimbang dan akhirnya kembali ke harga yang diharapkan bersama,” tuturnya.

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengatakan, pelepasan OP beras diawali di 13 pasar di DKI Jakarta yang masuk kategori ”merah” dan diikuti secara serentak di seluruh wilayah Indonesia hingga akhir Maret 2018. ”Untuk Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), hari ini 6.500 ton langsung dikirim.

Begitu kurang, besok dikirim lagi,” sebut Mendag. Selanjutnya, Mendag meminta seluruh pedagang beras di pasar-pasar yang telah ditetapkan untuk menjual beras tersebut. Bagi pedagang yang tidak bersedia menjual beras itu, ujar Mendag, patut diduga pedagang itu menikmati kenaikan yang tidak wajar.

”Kalau pedagang menikmati kenaikan tidak wajar, ya tangkap. Ada Satgas Pangan. Kita tidak akan menolerir upaya-upaya spekulatif yang merugikan rakyat,” tandasnya. Mendag meyakini mekanisme pasar akan berbicara.

Manakala beras medium dengan harga di bawah HET tersedia, masyarakat punya pilihan dan jika ada pengusaha atau pedagang yang menimbun pun tentu akan rugi sehingga pada akhirnya harga terdorong turun.

Mendag juga menegaskan bahwa OP beras CBP akan terus digelontorkan sesuai kebutuhan. Dia mengklaim stok CBP saat ini juga masih di atas 200.000 ton. Sementara itu, Kementerian Perdagangan juga telah membentuk Tim Pengawasan OP Beras Tahun 2018 untuk memantau ketersediaan pasokan dan stabilitas harga beras medium.

Tim Pengawasan OP akan bertugas dalam dua tahap, yaitu tahap I (8-31 Januari 2018) dan tahap II (1 Februari-31 Maret 2018). Dari hasil pantauan di pasar-pasar di seluruh Indonesia, lanjut Mendag, masih terjadi sedikit kenaikan harga beras secara kontinu hingga memasuki awal panen raya pada Maret.

Mengenai penyebab kenaikan harga beras, Mendag mengakui bahwa pasokan beras medium memang berkurang. Hal itu diakui Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia Abdullah Mansuri. Menurut dia, berkurangnya pasokan beras medium terjadi terutama dalam sebulan terakhir.

Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi juga membenarkan berkurangnya stok beras di PIBC. Jika biasanya pada kondisi normal pasokan beras dari Bulog ke PIBC hanya berkontribusi 5-9%, kali ini intervensi beras pemerintah itu di PIBC mencapai 38%.

Ketua Umum Koperasi Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Zulkifli Rasyid mengatakan pasokan beras ke PIBC saat ini menurun drastis. Normalnya, PIBC mendapatkan pasokan beras tiap hari sebanyak 3.000 ton, tapi saat ini hanya sekitar 2.000 ton.

Beras tersebut berasal dari berbagai daerah sentra padi, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Saat ini pasokan beras ke PIBC juga dilakukan oleh Perum Bulog melalui operasi pasar. ”Beras Bulog tersebut asalnya dari Sulawesi Selatan,” kata Zulkifli ketika dihubungi tadi malam.

Minimnya pasokan beras ke PIBC tersebut, kata Zulkifli, disebabkan di daerah sentra padi belum ada yang panen. ”Kalaupun ada yang panen, luasnya tidak seberapa. Karena pasokan kurang, sementara permintaan banyak sehingga harga naik,” kata dia.

Saat ini harga beras medium di tingkat konsumen di DKI Jakarta rata-rata sekitar Rp10.000 per kilogram alias di atas harga eceran tertinggi (HET) yang dipatok pemerintah.

Inda Susanti/ Sudarsono

(ulf)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini