Image

Harga Beras Terus Naik, Pedagang Minta Pertimbangkan Buka Keran Impor

Feby Novalius, Jurnalis · Kamis 11 Januari 2018, 20:04 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 11 320 1843723 setuju-impor-pedagang-beras-pasar-induk-dukung-saran-wapres-jk-7PDJO7u8n1.jpg Gudang Beras (Foto: Okezone)

JAKARTA - Harga beras kelas medium yang sudah melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp9.450 per kilogram (kg) membuat resah sejumlah pihak. Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia (APPI) di Pasar Induk Beras Cipinang pun meminta pemerintah melakukan impor beras untuk menyelamatkan harga.

Ketua Umum Koperasi Pasar Induk Beras Cipinang Zulkifly Rasyid mengatakan, pedagang mendukung pihak yang konsisten seperti Wakil Presiden Jusuf Kalla. Di mana orang nomor ke dua ini mengatakan impor diizinkan jika perlu dan dilarang saat panen raya tiba.

"Saya setuju, minta tolong ditulis besar-besar. Kami pedagang mendukung Bapak JK impor. Sebab kenapa, Pak JK kata-katanya konsiten, yang bijak dan kita ikuti pak JK," ujarnya kepada Okezone.

Baca Juga: Harga Beras Mahal, Pedagang: Kami Cuma Ambil Untung Rp300

Inkonsisten, menurutnya, terlihat dari kata-kata Menteri Pertanian yang selalu menyampaikan Indonesia surplus beras. Padahal faktanya harga beras kelas medium naik karena pasokan beras ke Pasar Induk Beras Cipinang.

"Jujur aja, saya lihat dia (Mentan) yakin akhir bulan ini mau panen raya, kemudian Febuari panen, itu di mana," tanyanya.

Sebelumnya, Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia (APPI) mendukung rencana Wakil Presiden Jusuf Kalla yang meminta untuk mengkaji opsi impor beras kelas medium dalam rangka menstabilkan harga di pasar-pasar yang kini terus naik.

Baca Juga: Pedagang Beras: Mentan Ngomong Surplus di Kantor dan di Tempat Panen

Sekertaris Jenderal APPI Ngadiran mengatakan, saat ini harga beras kelas medium terus merangkak naik yang sekarang sudah menyentuh Rp11.000 per kilogram (kg). Dari informasi yang diterimanya, kenaikan harga disebabkan karena pasokan padi berkurang. "Menurut saya kalau ngomong Wakil Presiden ikutin lah. Katanya suplus tapi dibilang surplus Mentan barangnya mana," ujarnya.

Jika memang tidak impor, kata Ngadiran, pemerintah utamanya Kementerian Pertanian (Kementan) harus segera membuktikan mana yang namanya surplus beras selama ini. "Kalau dia bilang surplus barang ada saya dapat, kalau tidak di mana ngumpetinnya. Memang ditaruh di gudang Pak Menteri, ngomong doang itu," tandasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini