Image

Wapres JK Panggil Menko Darmin Bahas Impor Beras hingga Pajak E-Commerce

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Jum'at 12 Januari 2018, 11:41 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 12 320 1843954 wapres-jk-panggil-menko-darmin-bahas-impor-beras-hingga-pajak-e-commerce-1NqAo43D2C.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla pagi ini mengundang Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution untuk pertemuan pagi (breakfast meeting) di kediamannya. Sesuai dengan jadwal maka pertemuan berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Seusai pertemuan, Menko Darmin tiba di kantornya pukul 11.00 WIB. Saat ditanya mengenai pembahasan apa yang dilakukan dengan Wapres JK, Menko Darmin enggan berkomentar lebih jauh. Dia hanya mengatakan membahas mengenai perdagangan melalui online (e-commerce).

"Itu bahas soal e-commerce," ungkap Darmin di Kantornya, Jakarta, Jumat (12/1/2018).

 Baca juga: Operasi Pasar dan Impor Jadi Jurus Andalan Tekan Harga Pangan

Menurutnya, pembahasan hanya untuk mendiskusikan bagaimana nantinya menetapkan e-commerce tersebut. Pasalnya hingga saat ini belum ada keputusan mengenai pajak e-commerce karena masih tahap finalisasi di Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Karena hal ini, Menko Darmin mengatakan akan kembali melakukan rapat lanjutan, sehingga bisa ada keputusan untuk pajak e-commerce guna memberikan level playing field (kesetaraan) antara pelaku usaha konvensional dan online.

"Ya kita diskusi saja soal e-commerce, dan belum ada keputusan kita masih akan rapat dua Minggu dari sekarang," jelasnya.

 Baca juga: Bisnis Digital Dituntut Bantu UKM Pasarkan Produk

Namun, saat di konfirmasi apakah impor beras yang akan dilakukan Pemerintah menjadi salah satu pembahasan, Menko Darmin enggan berkomentar.

"Nanti saja," tukasnya singkat.

Seperti diketahui, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengumumkan bahwa pemerintah memutuskan untuk melakukan impor beras sebanyak 500.000 ton dari Thailand dan Vietnam yang akan tiba di akhir Januari 2018. Langkah impor beras ini guna menangani kelangkaan stok dan lonjakan harga di pasaran.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini