nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemendag Sebut Impor Beras Tak Perlu Rekomendasi Kementan

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 12 Januari 2018 20:18 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 12 320 1844312 kemendag-sebut-impor-beras-tak-perlu-rekomendasi-kementan-vnjXNNIVa1.jpg Gudang Beras (Foto: Okezone)

JAKARTA - Belakangan, harga beras medium di pasaran mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Dari harga patokan di kisaran Rp9.000 per kilogram harga beras medium meningkat menjadi Rp11.000 per kilogram.

Meningkatnya harga beras pun diklaim karena pasokan beras yang sulit untuk didapatkan. Sehingga, untuk menekan harga dan mengisi pasokan pemerintah melalui Kementerian Perdagangan memutuskan untuk melakukan impor beras khusus sebanyak 500.000 ton.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan, kebijakan impor beras jenis khusus tidak perlu melalui rekomendasi dari Kementerian Pertanian (Kementan). Pasalnya beras yang didatangkan saat ini bukanlah beras medium melainkan beras khusus.

Baca Juga: Soal Beras Impor, Mentan: Tanya ke Mendag!

Selain itu, keputusan ekspor impor beras khusus juga sudah memiliki payung hukum. Yakni Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 1 Tahun 2018 tentang ekspor impor beras.

"Ini berasnya beda. Kalau bukan beras medium tidak perlu rekomendasi (Kementan)," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (12/1/2018).

Oke juga mengatakan, impor beras jenis khusus tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Hal itu dikarenakan bukan berupa penugasan seperti yang pernah dilakukan pada beberapa tahun lalu.

"Ini kan jalannya menuju satu titik yang sama. Tujuannya sama, menekan harga beras. Ini namanya sinergi," ucapnya.

Baca Juga: Mentan Amran: Masih Ada Beras di Cipinang, Produksi 2017

Lebih lanjut Oke mengatakan, untuk mekanisme pengajuan impor beras kali ini hanya dilakukan oleh para pelaku usaha yang diajukan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Barulah pada saat itu juga perusahaan BUMN yang ditunjuk yakni PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) mengajukan importasi kepada Kementerian Perdagangan.

Setelah tibanya beras impor di Indonesia proses distribusi beras akan dilakukan langsung oleh para pelaku usah tersebut. Baik itu melalui pasar ritel maupun tradisional.

"Jadi mekanisme ini biasa. Ada kebutuhan dari pelaku usaha untuk mengimpor dan mereka mengajukan ke BUMN, mau ke Sarinah, Perum Bulog, PPI, itu boleh," jelasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini