Image

Stadion Gelora Bung Karno Direnovasi, Warga Jakarta Harus Merawatnya

Anisa Anindita, Jurnalis · Sabtu 13 Januari 2018 06:08 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 12 470 1844348 stadion-gelora-bung-karno-direnovasi-warga-jakarta-harus-merawatnya-fOEbwS4NML.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Setelah dilakukan renovasi, Stadion Gelora Bung Karno siap digunakan sebagai lokasi pelaksanaan Asian Games 2018.

Menurut Pengamat Tata Kota Yayat Supriatna, renovasi Stadion GBK adalah salah satu langkah bagus, hal itu merupakan satu lompatan untuk mengubah Stadion Gelora Bung Karno menjadi lebih atraktif sesuai kebutuhan masyarakat saat ini dan ke depannya.

“Memang belum banyak memberikan yang ‘kekinian’, tetapi kita bisa memberikan Stadion Gelora Bung Karno menjadi bagian dari sejarah Indonesia,” ungkap Yayat kepada Okezone.

Baca Juga: Jokowi Resmikan Penyelesaian Renovasi GBK Minggu Malam

Saat ini, lanjut Yayat, tantangan bagi semua pihak yakni bagaimana caranya untuk merawat Stadion Gelora Bung Karno dengan lebih baik, dan membuat perubahan kultur bagi masyarakat Indonesia, khususnya DKI Jakarta.

“Kalau Asian Games ini dilaksanakan, artinya kita mengajak masyarakat melihat Asian Games pada tahun 1962, kemudian menyaksikan Asian Games pada tahun 2018.  Di mana, bentuk bangunan GBK juga masih kokoh bahkan sekarang lebih menarik perhatian. Itu merupakan satu kebanggaan bagi kita walaupun kita menjadi tuan rumah, mengingat Vietnam tidak bisa menjadi tuan rumah Asian Games 2018,” tambah Yayat.

Baca Juga: Diresmikan Jokowi Minggu Ini, Ini Sederet Keunggulan Stadion GBK

Adapun perubahan kultur warga Jakarta menurut Yayat, antara lain tidak merokok sembarangan, membuang sampah sembarangan, tidak membuat lingkungan Stadion Gelora Bung Karno menjadi tercemar oleh kebiasaan-kebiasaan buruk warga Indonesia.

Di sisi lain, struktur bangunan dari Stadion Gelora Bung Karno memberikan satu harapan agar masyarakat Indonesia mengubah budaya dalam hal berperilaku di tempat umum. Dengan demikian, gedung baru tersebut menjadi kebanggaan Indonesia, serta memberikan budaya baru yang lebih positif dan kreatif.

“Jadi jangan bangga punya gedung baru, tetapi bangga dengan budaya yang mendukung simbol-simbol keberhasilan, dan kemandirian kita,” tukas Yayat.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini