Oleh karena itu, Ristia Bintang Mahkotasejati akan mengembangkan lahan tersebut menjadi proyek hunian menyasar segmen bawah dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk mendukung program pemerintah dalam pengadaan sejuta rumah setiap tahunnya. ”Kami akan fokus mengembangan rumah FLPP disana seperti pada pengembangam di 12 ha pertama itu, " jelasnya.
Di lahan 30 Ha tersebut, RBMS akan membangun 3.000 unit rumah MBR yang baru akan mulai dikembangkan pada tahun 2019. Hingga saat ini, perusahaan itu baru berhasil membebaskan separuhlahan. Adapun di lahan seluas 12 ha pertama akan dibangun 1.011 unit rumah MBR dengan skema FLPP dan hingga saat ini telah terjual 800 unit. Richard menargetkan, 211 unit sisanya akan terjual selama semester pertama 2018.
Saat ini, land bank RBMS hanya tersisa di wilayah Karawang. Oleh karena itu, RBMS juga akan terus mencoba melalukan ekspansi lahan-lahan baru ke depan. Untuk ekspansi, perusahaan akan fokus mengincar lahan baru di wilayah Karawang ke Subang.
(Risna Nur Rahayu)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.