JAKARTA - Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) mencatat hingga 2017 telah terbangun tujuh pos lintas batas negara terpadu dan pembangunan infrastruktur jalan, transportasi, elektrifikasi dan komunikasi. Pembangunan ini telah mengubah wajah perbatasan menjadi beranda terdepan.
Kepala BNPP sekaligus Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan, kerja keras pembangunan di perbatasan oleh 32 kementerian dan lembaga (K/L) terealisasi secara fisik mencapai 90,57%. Seperti pembangunan wilayah negara baik batas darat, laut dan udara.
"Realisasi program pengelolaan perbatasan terus menunjukan kemajuan yang signifikan. Jika tahun 2016 realisasinya hanya 83,67%, 2017 telah mencapai 90,57%," tuturnya, di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (17/1/2018).
Menurutnya, pembangunan wilayah perbatasan membuat sarana dan prasaran pelayanan sosial meningkatkan perekonomian di sekitar kawasan dengan mulai terbangunnya tata niaga ekspor-impor dari negara tetangga melalui PLBN Terpadu.
"Konektivitas kawasan perbatasan juga telah terhubung dan dapat dijangkau, demikian distribusi pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat dapat dipenuhi," tuturnya.
Ke depan, Tjahjo menekankan, perlunya langkah percepatan untuk mengintegrasikan seluruh organisasi perundingan mengenai batas wilayah negara di bawah koordinasi BNPP.
Selain itu, diperlukan pula optimalisasi, kerja keras dan keterpaduan perencanaan program antar kementerian dan lembaga serta Pemerintah Daerah dalam rangka mencapai target RPJMN.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.