TANGERANG - Harga beras yang meroket di sejumlah daerah di Indonesia menjadikan Pemerintah RI di bawah kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi) mengambil langkah impor sebanyak 500.000 ton beras untuk memperkuat cadangan beras nasional.
Baca juga: Bulog Salurkan 142.000 Ton Rastra ke 14,2 Juta Keluarga di Januari
Kepala Perum Bulog Subdivisi Regional Tangerang Junaidi memperkirakan, distribusi beras impor tersebut tidak sampai ke Tangerang. Pasalnya, stok beras di wilayah Tangerang tergolong cukup untuk tiga bulan ke depan.
"Ini kebijakan pemerintah pusat, kami belum tahu apakah sampai ke Tangerang atau tidak, karena stok beras di Tangerang memang cukup," ujar Junaidi saat dihubungi Okezone, Kamis (18/1/2018).
Baca juga: Harga Beras Mahal, Bulog Salurkan 142.000 Ton Beras ke 2.000 Titik Operasi Pasar
Junaidi menyebutkan, perputaran stok beras di wilayah Tangerang memang cukup baik. Selama tiga bulan ke depan nantinya, stok beras untuk tiga wilayah Tangerang sudah mencapai 3.900 ton.
Pihaknya pun turut melakukan operasi pasar yang digelar sejak tanggal 10 hingga 29 Januari mendatang di beberapa titik, di antaranya Pasar Anyar. Operasi tersebut dilakukan untuk meninjau secara langsung pergerakan harga beras di pasar.
Baca juga: Harga Eceran Tertinggi Buat Pedagang Beralih ke Beras Premium
"Di Pasar Anyar harga beras kualitas baik Rp. 9.300 sesuai dengan aturan. Nanti kita lihat gejolaknya di mana, kalau masih tinggi atau terus meningkat, operasi pasar akan kita lakukan terus di berbagai titik. Namun, kalau nantinya harga cepat turun, operasi pasar akan dihentikan," ungkapnya.
Terkait harga beras yang tinggi, Junaidi mengaku hal tersebut disebabkan musim panen yang belum dimulai. "Saat ini mungkin volume panen di Tangerang masih kecil tapi, harga akan secepatnya turun bila tentunya volume panen beras lebih banyak," tandasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)