JAKARTA - Robohnya girder box dan tiang proyek LRT yang berlokasi di Jalan Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur dinilai sebagai kecelakaan kerja. Ambruknya konstruksi LRT tersebut juga diduga dampak dari pembangunan infrastruktur yang terus digenjot.
Hal tersebut dinyatakan Direktur Utama Waskita Karya (Waskita) M. Choliq dalam rapat dengar pendapat BUMN Konstruksi dan Tol dengan Komisi VI DPR RI di Ruang Rapat Komisi VI.
"Anda tahu bahwa pembangunan infrastruktur sekarang ini kecepatannya mungkin berkali-kali lipat," kata Choliq di Ruang Rapat Komisi VI DPR, DPR RI, Jakarta, Senin (22/1/2017).
Baca Juga: Konstruksi LRT Ambuk, Wijaya Karya: Itu Musibah
Dia mencontohkan pembangunan infrastruktur yang cepat seperti mengendarai motor dengan kecepatan di atas rata-rata yang bisanya 40 kilometer (km) per jam.
"Saya kasih ilustrasi, kalau Anda naik motor kecepatan 40 km per jam, sama anda naik motor dengan kecepatan 140 km per jam. Probability kecelakaan tentu motor yang kecepatan 140 km per jam. Nah sama," jelasnya.
Lebih lanjut, dia memberi gambaran dengan perbandingan pengerjaan proyek yang dikerjakan Waskita Karya. Di mana sebelumnya dalam setahun perusahaan plat merah yang dipimpinnya ini hanya memasang puluhan girder saja.
Baca Juga: Konstruksi LRT Ambruk, Pembangunan Tetap Berjalan
"Dulu Waskita itu mengangkat atau memasang girder itu setahun paling puluhan batang, sekarang ribuan. Tahun 2017 itu hampir 7.000 girder yang dipasang," ungkapnya.
Oleh karena itu, Choliq mengatakan perlu adanya pendampingan dari orang Kementerian PUPR yang berpengalaman di lapangan saat pemasangan girder.
"Ada tim khusus untuk memantau proyek. Juga tidak hanya memantau, jadi pada saat melaksanakan pengangkatan (girder), itu dia (PUPR) mengecek langsung," ujarnya.
Baca Juga: Ditargetkan Selesai Sebelum Asian Games, Konstruksi LRT Jakarta Malah Ambruk
Sebelumnya untuk diketahui, pada dini hari tadi pukul 00.20 WIB, box girder dan tiang proyek LRT T28 dan T29 yang berlokasi di Jalan Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur rubuh.
Adapun jumlah korban sebanyak 5 orang (pekerja PT. VSL Indonesia), yang terdiri dari 3 orang luka ringan sudah keluar dari rumah sakit, dan 2 korban luka sedang dalam penanganan pihak rumah sakit.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.