Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Industri Dapat Insentif Pajak 200% agar Tidak Tertinggal

Koran SINDO , Jurnalis-Selasa, 23 Januari 2018 |10:46 WIB
Industri Dapat Insentif Pajak 200% agar Tidak Tertinggal
Ilustrasi: Shutterstock
A
A
A

Untuk itu, pemerintah sangat berharap ada kontribusi dari kalangan swasta pada pendanaan ini. Sebagai imbal baliknya, pemerintah siap memberikan insentif cukup besar pada PPh. Bahkan jika dianggap insentif yang diberikan saat ini kecil, pemerintah siap mengevaluasinya.

”Mereka (swasta) melakukan riset bisa dibiayakan sehingga mengurangi pajak yang harus mereka bayarkan. Ini sudah ada dalam UU (Undang-undang) PPh sebelumnya,” kata Sri Mulyani seusai menjadi pembicara utama pada Rakernas 2018 Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) di Universitas Sumatera Utara (USU).

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Mohamad Nasir menilai riset memang bisa dibiayakan sehingga mengurangi pajak dengan model double tax deduction.

Ketua Komisi VI DPR Teguh Juwarno menilai, positif rencana pemerintah memberikan tax allowance bagi industri yang ikut mengembangkan pendidikan vokasi dan melakukan kegiatan inovasi berupa penelitian dan pengembangan di dalam negeri.

Dia berharap lang kah itu bisa mendukung peningkatan kualitas SDM industri nasional mengingat pendidikan vokasi merupakan pendidikan yang menunjang pada penguasaan keahlian terapan tertentu. ”Karena memang pendidikan kejuruan harus mendapat perhatian.

Karena dari sini bisa mencetak tenaga kerja taktis sesuai kebutuhan industri. Jadi penting bagi pemerintah memberikan stimulus agar pelaku industri juga ikut mengembangkan pendidikan vokasi,” kata Teguh. Dalam konteks itu, pemerintah memang perlu memberikan stimulus bagi industri agar mereka juga menjadi bagian penting dari pengembangan pendidikan vokasi.

Selain pengembangan pendidikan vokasi, kata Teguh, industri juga bisa dilibatkan dalam kurikulum. Artinya, pola kurikulum dalam sekolah kejuruan harus perlu melibatkan pelaku usaha dan pelaku industri agar silabus pendidikan sesuai dengan kebutuhan.

”Ini memang perlu menjadi perhatian dan dapat direalisasikan secara serius oleh para pemangku kepentingan,” ungkapnya. Saat ini pemerintah tengah me ngembangkan pendidikan vo kasi berbasis kompetensi. Sekolah konsep ini terutama dikembangkan di wilayah basis industri dan wilayah pengembangan industri.

Hingga 2016 pemerintah telah membangun Akademi Komunitas Industri TPT di Solo dan Politeknik Industri Logam di Morowali. Pada 2019 pemerintah me - nar getkan membangun de la - pan politeknik vokasi dan aka - de mi komunitas berbasis kom - pe tensi dan link and match de - ngan industri yang meng adop - si sistem pendidikan dual sys - tem dari Jerman.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement