Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Industri Dapat Insentif Pajak 200% agar Tidak Tertinggal

Koran SINDO , Jurnalis-Selasa, 23 Januari 2018 |10:46 WIB
Industri Dapat Insentif Pajak 200% agar Tidak Tertinggal
Ilustrasi: Shutterstock
A
A
A

Butuh Dukungan Industri

Dekan Sekolah Vokasi UGM Wikan Sakarinto ST MSc PhD menyambut baik rencana pemerintah ini. Menurut dia, kebijakan ini telah dilakukan Pemerintah Jerman. Perusahaan-perusahaan di Jerman mendapatkan potongan pajak saat mereka terbukti memberikan dukungan terhadap perguruan tinggi vokasi.

Namun, Wikan meng ingatkan agar kebijakan ini didukung oleh lintas kementerian dan harus ada payung hukum bersama. ”Jangan hanya satu ke menterian. Kalau tidak, nanti akan gembos di tengah jalan. Ide seperti ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 80-an, namun ngembos di tengah jalan,” ujarnya.

Menurut Wikan, peranan perusahaan terhadap perkembangan perguruan tinggi vokasi sangat besar juga cukup vital. Menurut pria yang juga menjadi produser film Tengkorak ini, pendidikan vokasi membutuhkan keseimbangan antara praktik dan teori. Untuk teori, dosen akan sangat cepat menyesuaikan perkembangan terkini.

Namun, untuk praktik membutuhkan teknologi terkini, peralatan terkini, mesin terkini, serta kecanggihan-kecanggihan yang banyak digunakan oleh industri. ”Nah, kampus kalau setiap tahun harus membeli alat terkini, mesin terkini, dan soft ware terkini membutuhkan anggaran yang sangat besar. Sehingga, alangkah baiknya jika bisa memanfaatkan peralatan canggih milik industri,” tambahnya. Selain itu, mahasiswa vokasi juga perlu dididik untuk memiliki karakter profesional dan mental riil di industri. Sikap ini harus ditumbuhkan sejak dini.

Satu di antara caranya mahasiswa harus didekatkan dan dikenalkan dengan industri. Jika mental sudah terbentuk, para mahasiswa ini akan menjadi pem belajar yang hebat. ”Industri tidak hanya praktik membubut saja terus bisa kerja, namun yang juga penting adalah karakter mental sikap profesionalitas. Mereka harus di kenalkan dengan industri sejak semester awal. Kalau sudah semester akhir, mereka cenderung lambat,” tegasnya. Pengamat pendidikan tinggi Edi Suandi Hamid berpendapat, potongan pajak itu gagasan yang baik. Namun, dia mempertanyakan apakah Kemenkeu mau menyetujui itu di tengah persoalan fiskal defisit dan kesulitan memenuhi target penerimaan pajak.

”Ini harus nya dibicarakan dulu antar-lembaga pemerintah atau kementerian. Jangan sampai memberi angin surga pada industri,” katanya. Dia menilai, sebagai sebuah ide, usulan tersebut sebetulnya sangat inovatif dan visioner. Hal ini akan membantu mengaitkan dunia industri dengan dunia pendidikan atau link and match.

Lebih dari itu, ini akan berkontribusi dalam memberikan keterampilan pada angkatan kerja kita yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja sehingga berorientasi mengurangi pengangguran terdidik yang cukup tinggi di Tanah Air. (Neneng Zubaedah/Ainun Najib/Rahmat Sahid/Ant)

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement