Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Banyak Ritel Tutup, Ramayana Pasang Target Penjualan Realistis Naik 1-2%

Agregasi Harian Neraca , Jurnalis-Selasa, 30 Januari 2018 |15:00 WIB
Banyak Ritel Tutup, Ramayana Pasang Target Penjualan Realistis Naik 1-2%
A
A
A

JAKARTA – Selain memanfaatkan momentum hari besar dalam meraup untung, PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) juga mengandalkan positifnya pertumbuhan ekonomi tahun ini. Meskipun demikian, perseroan tahun ini memasang target pertumbuhan konservatif. Perusahaan berharap bisnisnya bisa bertumbuh lebih baik ketimbang tahun lalu, namun perusahaan mengaku realistis tahun ini.

Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan RALS, Setyadi Surya menyebut, perusahaan optimistis bisnisnya lebih baik tahun ini. Apalagi dengan konsep gerai Ramayana Prime yang membuat segmen pasar RALS lebih luas dari sebelumnya fokus di segmen menengah ke bawah. ”Secara angka itu konvensional, tidak terlalu muluk kami targetkan pendapatan Rp8,23 triliun, tapi kami upayakan lebih dari itu," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dari sisi gross margin, perusahaan berharap pertumbuhan sebesar 6,1%, sedangkan dari sisi penjualan ditargetkan mencapai Rp8,23 triliun atau naik 1%-2%. Setyadi masih optimistis dan berupaya mencapai penjualan lebih tinggi dari target yang dipatok tahun ini. "Kami punya hitung-hitungan, memang target tidak terlalu besar, tetapi upaya kami yang harus lebih untuk melampaui target tersebut," lanjutnya.

Selain melakukan redefinisi gerai fashion, perusahaan juga akan meredefinisi gerai supermarket. Salah satunya dengan menutup gerai supermarket yang performanya jelak dan merugi. Namun perusahaan tetap ekspansif, dengan rencana tiga gerai baru di semester I tahun ini. "Mungkin tahun 2018 lebih dari tiga gerai," kata Setyadi.

Tahun lalu, perusahaan membangun enam gerai baru, yang tiga diantaranya direalisasikan pada Desember. "Total ekspansi gerai baru sampai lebaran 2018. Untuk sepanjang tahun belum tahu, jadi capex belum bisa kami kasih tahu. Yang jelas, dana yang kami siapkan untuk bangun itu semuanya dari kas internal tidak ada dana pihak ketiga," imbuhnya.

Untuk membangun satu gerai Ramayana pada tahun lalu perusahaan merogoh investasi mencapai Rp50 miliar per gerai. Angkanya lebih besar mana kala format yang dibangun merupakan Ramayana Prime yang dikhususkan untuk membidik segmen kelas menengah. Selain itu, perseroan juga menargetkan, kontribusi penjualan online diharapkan meningkat seiring dengan pengembangan platform e-commerce. Sampai akhir tahun lalu, kontribusi online terhadap penjualan RALS masih sekitar 1%. “Kami menargetkan bisnis online itu tahun 2018 bisa berkontribusi sebesar 5%-10%. Saya optimistis itu bisa kami capai,"ungkapnya.

Yang jelas, ekspansi RALS di bisnis digital jauh lebih masif pada tahun ini. Selain itu, perusahaan juga masih melanjutkan transformasi, redefinisi gerai dan memperkuat sisi offline. Oleh karena itu, ekspansi offline dan online akan sejalan dan diharapkan sama-sama bertumbuh. Bisnis digital juga bisa menjangkau wilayah-wilayah yang belum tercover oleh gerai offline RALS. Saat ini, perusahaan sudah memiliki 116 gerai yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Setidaknya saat ini perusahaan sudah membuka official store di beberapa e-commerce dan marketplace.

Seperti diberitakan, sepanjang tahun lalu banyak gerai retail yang tutup. Di antaranya Lotus, Debenhams, dan Matahari di Mall Taman Anggrek.

(Risna Nur Rahayu)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement