nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menko Darmin: Kita Tidak Ingin Harga Beras Jadi Liar

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Jum'at 02 Februari 2018 16:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 02 320 1853844 menko-darmin-kita-tidak-ingin-harga-beras-jadi-liar-zpNY3f0PnD.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Lonjakan harga beras sejak akhir tahun lalu masih terjadi hingga saat ini. Bahkan sepanjang Januari 2018, kenaikan harga beras menjadi andil tertinggi pendorong inflasi.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan, kondisi seperti ini sudah terjadi sejak Desember 2017 sehingga fokus pemerintah saat ini untuk menurunkan harga.

"Kita berharap dia bisa turun lebih normal. Kita juga tidak ingin sampai liar harga (berasnya)," ungkap Darmin di UI, Depok, Jumat (2/2/2018).

Menurutnya, saat ini pemerintah juga tengah menunggu panen raya di Februari dan Maret akan menjadi puncaknya. Dengan hasil panen ini diharapkan stok akan kembali aman dan harga kembali stabil.

"Kalau harga tinggi kita harus menunggu dia panen raya, baru nanti harganya bisa agak dikendalikan. Jadi ya kita dorong dulu turun ke arah yang normalnya berapa," jelas dia.

Selain menunggu panen raya, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) juga telah melakukan impor beras sebanyak 500.000 ton yang akan masuk awal bulan ini.

"Kita bereskan Januari-Februari. Kita juga beli beras petani sebanyak 2,2 juta ton selain impor itu. Kita tugaskan Bulog untuk beli beras petani, kita berikan fleksibilitas harga, harganya ada standarnya. Ada kebijakan itu. Itu sudah perhitungkan biaya hidup petani. Ada angkanya, pemerintah yang menetapkan," jelas Darmin.

Mantan Direktur Jenderal Pajak (Dirjen Pajak) ini juga menekankan tidak perlu khawatir harga beras jadi turun dengan panen dan impor karena nantinya Bulog tetap akan menyerap beras yang ada di petani.

Pemerintah akan tetap menjaga harga beras di petani untuk tetap terjaga normal, karena jika harga malah anjlok maka secara tidak langsung angka kemiskinan akan tinggi.

"Pemerintah kepentingannya kemiskinan jangan naik. Penyebab tingkat kemiskinan terbesar harga beras. Jadi kita ingin kemiskinan akan turun," tukas dia.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini