nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

52 Juta Jenis Pekerjaan Digantikan Mesin, Sri Mulyani: Siapkan Skill

Feby Novalius, Jurnalis · Sabtu 03 Februari 2018 19:22 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 03 320 1854335 52-juta-jenis-pekerjaan-digantikan-mesin-sri-mulyani-siapkan-skill-Rl4KrGZCgH.jpg Foto: Feby/Okezone

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani melakukan orasi ilmiah di hadapan wisudawan Universitas Indonesia (UI). Di depan para lulusan mulai dari D3 sampai S3, dia membeberkan soal potensi dunia kerja ke depan karena sekarang sudah memasuki revolusi industri 4.0.

Baca Juga: Keran Tenaga TI Asing Dibuka Lebar

Saat ini kita telah memasuki era digital di mana perubahan ke arah otomasi mengawali revolusi industri 4.0. Perkembangan inovasi otomasi dengan terciptanya super-computer, robot, artificial intelligence dan modifikasi genetic menciptakan dunia yang sangat berbeda dari dunia yang sebelumnya kita kenal, termasuk perubahan dan pergeseran jenis tenaga kerja.

Baca Juga: Honor Tenaga Kontrak Terancam Tak Dibayar

Berdasarkan study dari McKinsey (2016) tentang dampak dari digital technology menuju revolusi industri 4.0, dalam lima tahun ke depan sebesar 52,6 juta jenis pekerjaan akan digantikan oleh mesin.

"Hal tersebut mengikut global trend di mana 60% pekerjaan akan mengadopsi sistem otomatisasi dan 30% akan menggunakan mesin berteknologi digital," ujarnya, di Balairung UI Kampus Depok, Jawa Barat, Sabtu (3/2/2018).

Baca Juga: Sandiaga: 60.000 Lapangan Kerja Baru Tersedia di Sektor Properti

Di sisi lain, teknologi digital akan menciptakan 3,7 juta pekerjaan baru dalam 7 tahun mendatang dan mayoritas berada pada sektor jasa. Menurutnya, pergeseran yang cukup mencolok dari sektor manufaktur ke jasa ini memunculkan tantangan tersendiri bagi negara. Skill adalah tantangan terbesar yang harus kita hadapi dan kita mitigasi dengan tepat.

"Di sektor manufaktur padat karya kita pahami bahwa sebagian besar dari pekerjaannya adalah low skilled labour sedangkan jasa yang tumbuh seriring dengan perkembangan teknologi digital ini membutuhkan pekerja midlle higher skilled," ujarnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini