Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

7 Peristiwa Tragis 'Memakan' Korban di Balik Pembangunan Infrastruktur

Keduari Rahmatana Kholiqa , Jurnalis-Minggu, 04 Februari 2018 |12:02 WIB
7 Peristiwa Tragis 'Memakan' Korban di Balik Pembangunan Infrastruktur
Foto: Koran SINDO
A
A
A

JAKARTA – Pemerintah di bawah pimpinan Joko Widodo – Jusuf Kalla menjadikan pembangunan infrastruktur sebagai proyek prioritas. Sejak awal bekerja, Kabinet Kerja menjadi penggerak pembangunan sejumlah jalan tol, jembatan hingga irigasi.

Beberapa proyek berhasil dibangun, seperti jalan tol trans Jawa dan trans Sumatra. Namun, pembangunan infrastruktur tak selalu mulus. Berdasarkan beberapa catatan Okezone, ada sejumlah kendala dalam pembangunan infrastruktur. Bahkan peristiwa nahas yang terjadi saat pembangunan sampai memakan korban.

1.Crane Proyek LRT Palembang Roboh Timpa 2 Rumah, 8 Warga Luka-Luka

 

2 rumah warga rusak parah tertimpa pilar pengerjaan Light raul transit (LRT) Palembang, Sumatera Selatan, yang roboh dini hari tadi. Peristiwa yang terjadi di dekat Jembatan Layang (Flyover) Jakabaring itu juga melukai delapan orang.

Informasi dihimpun Okezone menyebutkan, peristiwa terjadi, Selasa (1/8/2017) sekira pukul 03.30 WIB. Mulanya dua operator alat berat Andri dan Bachtiar mengoperasikan crane crouler, mengangkat gerder steel bok atau landasan rel LRT untuk dipasang.

Ketika steel bok sudah di atas, aspalnya ambles sehingga crane seberat 70 ton yang dikendalikan Andri terjungkal ke depan dan bandul crane yang dikendalikan Bachtiar ikut terjatuh menimpa dua rumah milik Saiful di Jalan Gubernur Bastari rusak.

Pekerja LRT bergegas membantu mengeluarkan korban dari rumah, sebelum melaporkan ke polisi. Delapan orang terluka adalah Saiful, Eliana (60), Ilmi (80), Fiktri (8), Athala (2), Rahma (2), Fifi (28), Andri (31).

"Petugas masih memintai keterangan saksi," kata Kapolresta Palembang, Kombes Wahyu Bintono Hari Bawono di sela meninjau lokasi kejadian.

2. Konstruksi Tol Pasuruan-Probolinggo Ambruk

Jalan tol Pasuruan-Probolinggo sepanjang 31,3 km merupakan bagian dari jalan tol Trans Jawa. Pemegang hak konsesi ruas tol ini adalah PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol selaku badan usaha jalan tol (BUJT) yang kepemilikannya 100 persen oleh PT Waskita Toll Road. Bertindak selaku Kontraktor adalah PT. Waskita Karya, konsultan supervisi adalah PT. Virama Karya dan Konsultan PMI PT Monoheksa.

Berdasarkan data kepolisian, akibat ambruknya konstruksi Tol Pasuruan-Probolinggo 1 orang tewas dan 1 orang mengalami luka berat. Pasca ambruknya girder konstruksi tol Pasuruan-Probolinggo pada hari Minggu, (29/10/2017), Kementerian PUPR telah menurunkan tim untuk melakukan evaluasi desain, test dan metode kerja yang dilakukan oleh kontraktor.

Berdasarkan rilis yang diterima Okezone, Kemen PUPR mengakiumendapat penjelasan dari PT. Waskita Karya bahwa, pemasangan girder di Kecamatan Grati memiliki panjang 50,80 meter dalam proses erection menggunakan 2 buah mesin crane berkekuatan 250 ton dan 150 ton.

Pemasangan sudah dimulai sejak hari Sabtu dan menyelesaikan 3 girder. Saat dimulai pemasangan kemudian tali crane putus. Akibatnya girder menyentuh girder lainnya yang sudah terpasang sehingga keempat girder jatuh secara bersamaan.

“Pada ke tiga girder yang sudah dilakukan erection dilakukan pemasangan bracing. Pemasangan girder ke-4 dilanjutkan hari Minggu ini. Saat girder ke-4 tersebut sedang diatur untuk ditempatkan pada dudukannya, ia mengenai girder yang telah terpasang dan menyebabkan tali crane putus dan girder ketiga menyentuh girder lain yang sudah terpasang dan berakibat keempat girder jatuh secara bersamaan,” demikian keterangan Kemen PUPR, Minggu (29/10/2017).

3. Jembatan Tol Bocimi

Jembatan Tol Bocimi di Kampung Tenggek, Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, ambruk, Jumat (22/9/2017). Akibat peristiwa yang menimpa proyek yang masih dalam pengerjaan itu seorang pekerja tewas. Data sementara yang dihimpun dari kepolisian setempat menyebut, tiga orang pekerja proyek menjadi korban. Satu orang tewas di lokasi dan dua orang lainnya mengalami luka berat.

Korban tewas bernama Maman (25), sedangkan pekerja lainnya yaitu Saripudin (35) dan Darwin (30) mengalami luka-luka di bagian kaki dan dilarikan ke RSUD Ciawi untuk mendapatkan perawatan.

4. Beton Proyek MRT Jatuh di Jaksel, Timpa Pengendara Motor yang Sedang Melintas

Sebuah dinding pembatas beton proyek Mass Rapid Transit (MRT) di Jalan Panglima Polem Raya yang bersimpangan dengan Jalan Wijaya II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, roboh. Beton itu kemudian menimpa seorang pengendara sepeda motor yang sedang melintas.

Corporate Secretary PT MRT, Tubagus Hikmatullah mengatakan, peristiwa itu terjadi sekira pukul 22.24 WIB tadi. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Pengendara yang tertimpa beton mengalami luka-luka.

"Pengendara mengalami luka ringan dan segera dibawa ke RS Pertamina oleh pihak kontraktor," kata Tubagus saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (3/11/2017) malam.

Ia menjelaskan, beton pembatas MRT itu roboh saat para pekerja sedang memasang dinding menggunakan alat berat. Pihak MRT Jakarta lagi menyusun keterangan resmi terkait insiden tersebut.

"Ketika setting ocs parapet sedang berlangsung, tiba-tiba crane truck tersebut tidak stabil dan ocs parapet jatuh ke jalan, melewati batas pengamanan di bawah deck girder yang telah tertutup separuh," pungkasnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement