JAKARTA - Kecelakaan proyek konstruksi kembali terulang. Kali ini, crane pengangkat beton double double track jalur kereta di Jalan Matraman Raya, Jatinegara, Jakarta Timur, jatuh sehingga menyebabkan empat orang pekerja tewas.
Ketua Umum Asosiasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Konstruksi Indonesia (A2K4I) Lazuardi Nurdin menjelaskan terkait dengan maraknya kecelakaan ada tiga aspek yang perlu diperhatikan, yaitu faktor pekerja, metode, dan pengawasan.
Baca Juga: Kementerian PUPR Imbau Jangan Ada Kecelakaan Kerja dari Kontraktor
Dalam kasus jatuhnya crane di Jatinegara, Lazuardi menekankan pengawasan yang dilakukan pihak konsultan pengawas dan kontraktor. Pasalnya, waktu kejadian kecelakaan merupakan waktu yang sangat rawan akan kelalaian karena terjadi di akhir shift malam.
Dia menuturkan, dalam kondisi akhir shift malam, seringkali fisik pekerja konstruksi sudah lelah. Padahal beban pekerjaan mereka adalah alat berat yang sarat akan risiko. Oleh karena itu, bukan malah ikut kendur, pengawas dari ahli dalam waktu genting tersebut perlu ditingkatkan.